Maria Sakkari Bangkit di Wuhan, Kenangan Manis 2017 Kembali Terulang

Rury Anjas Andita • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:50 WIB
Maria Sakkari bangkit di Wuhan Open 2026 usai mengalahkan Marta Kostyuk. Kenangan manis 2017 kembali hidup, tiket perempat final diburu. (Photo AFP)
Maria Sakkari bangkit di Wuhan Open 2026 usai mengalahkan Marta Kostyuk. Kenangan manis 2017 kembali hidup, tiket perempat final diburu. (Photo AFP)

Sembilan tahun lalu, Wuhan menjadi panggung terobosan karier Sakkari. Kini, petenis Yunani itu kembali mencuri perhatian setelah menyingkirkan unggulan kedelapan Marta Kostyuk.

-------

WUHAN punya tempat istimewa dalam perjalanan karier Maria Sakkari. Hampir satu dekade lalu, kota di Tiongkok itu menjadi saksi kebangkitan petenis Yunani tersebut hingga menembus 50 besar dunia. Kini, Sakkari kembali menghadirkan cerita menarik di Dongfeng Voyah Wuhan Open 2026.

Sakkari menunjukkan bahwa dirinya belum kehilangan daya saing. Petenis yang kini menempati peringkat ke-35 dunia itu menyingkirkan unggulan kedelapan Marta Kostyuk melalui pertarungan tiga set, 4-6, 6-2, 6-2, Selasa (13/10).

Kemenangan tersebut mengantarkan Sakkari ke babak ketiga Wuhan Open. Sebelumnya, dia juga mengawali turnamen dengan kemenangan dua set langsung atas Donna Vekic.

Baca Juga: Gauff Mundur sebagai Juara Bertahan, Osaka Ikut Absen dari Wuhan Open 2026

Hasil positif itu terasa spesial bagi Sakkari. Wuhan bukan sekadar tempat bertanding, melainkan lokasi yang menyimpan salah satu kenangan terpenting dalam kariernya.

Pada 2017, ketika masih berstatus petenis kualifikasi peringkat ke-80 dunia, Sakkari membuat kejutan besar. Dia mengalahkan sejumlah nama papan atas, termasuk Caroline Wozniacki, Elena Vesnina, dan Alize Cornet, sebelum langkahnya terhenti di semifinal oleh Caroline Garcia.

Performa tersebut menjadi titik balik yang membawanya menembus 50 besar dunia untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Wuhan Open 2026 Bertabur Bintang, Rybakina, Sabalenka, Gauff hingga Swiatek Turun

“Wuhan punya tempat spesial di hati saya karena di sinilah saya meraih kemenangan besar pertama atas Wozniacki, Vesnina, dan Cornet. Saya berhasil mengalahkan mereka secara beruntun,” kata Sakkari.

Dia bahkan merasa perjalanan tersebut sudah berlangsung sangat lama.

“Rasanya seperti terjadi seabad lalu. Ketika melihat foto-foto lama, saya merasa masih sangat muda sekarang, tetapi saat itu saya jauh lebih muda lagi,” ujarnya.

Menurut Sakkari, pengalaman dan kematangan menjadi pembeda dirinya saat ini dibandingkan dengan sembilan tahun lalu. Kala itu, dia bermain tanpa banyak beban dan tidak terlalu memikirkan berbagai hal di luar pertandingan.

Kini, Sakkari mengaku memiliki pengalaman lebih banyak. Dia juga merasa masih mampu menghasilkan permainan berkualitas di tengah persaingan tenis putri yang ketat.

shanBaca Juga: Zizou Bergs Singkirkan Alcaraz di Shanghai Masters 2026, Zverev Dipastikan Jadi Nomor 1 Dunia

Belajar Lebih Berani di Momen Penting

Kemenangan atas Kostyuk menjadi bukti bahwa Sakkari mulai menemukan kembali ritme permainannya. Dia mengakui lawannya sedang menunjukkan performa bagus sepanjang musim ini sehingga membutuhkan permainan terbaik untuk meraih kemenangan.

Sakkari juga menjadikan kekalahan dari Elina Svitolina pada turnamen sebelumnya di Beijing sebagai bahan evaluasi. Menurut dia, permainan yang ditampilkan saat itu sebenarnya sudah cukup baik. Namun, keberanian untuk memanfaatkan peluang pada momen penting masih perlu ditingkatkan.

“Yang saya pikirkan adalah kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dibandingkan pekan lalu. Fondasi permainan saya sudah ada. Saya hanya perlu sedikit lebih berani pada momen-momen besar,” ujarnya.

Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari Shanghai Masters, Nomor 1 Dunia Belum Kembali Usai Wimbledon

Evaluasi tersebut kini mulai membuahkan hasil di Wuhan. Setelah kehilangan set pertama melawan Kostyuk, Sakkari mampu bangkit dan mengendalikan dua set berikutnya untuk memastikan kemenangan.

Tantangan selanjutnya datang dari petenis wildcard Mia Pohankova. Pertandingan pada Kamis (15/10) itu akan menentukan langkah Sakkari menuju perempat final.

Jika menang, Sakkari berpeluang mencapai perempat final turnamen WTA 1000 untuk pertama kalinya sejak Doha pada Februari lalu. Dia juga memburu penampilan perempat final pertamanya secara keseluruhan sejak tampil di Athena pada musim panas ini.

Menatap Akhir Musim dengan Optimisme

Sakkari memandang rangkaian turnamen pada penghujung musim sebagai kesempatan untuk terus menguji kemampuan dan memperbaiki performa.

Dia menyadari para petenis telah menjalani perjalanan panjang sepanjang tahun. Karena itu, kemampuan menjaga kondisi dan mengelola kelelahan bisa menjadi faktor penting menjelang awal musim 2027.

Posisi Sakkari di peringkat dunia juga menunjukkan perkembangan positif. Pada periode yang sama musim lalu, dia masih berada di kisaran peringkat 50-an. Kini, dia telah naik ke posisi ke-35 dunia.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : wtatennis.com
Wuhan Open 2026 Maria Sakkari Marta Kostyuk Wuhan