LombokPost - Petenis putri Zheng Qinwen memutuskan mundur dari turnamen WTA 250 Kinoshita Group Japan Open di Osaka yang akan berlangsung pekan depan. Keputusan ini diambil karena cedera bahu yang masih membekapnya.
Ini merupakan kali kedua secara beruntun Zheng menarik diri dari kompetisi. Sebelumnya, ia juga harus absen dari turnamen di Wuhan yang digelar pada pekan yang sama.
Kelelahan fisik yang dialami Zheng tidak terlepas dari perjuangan intensifnya di Beijing. Zheng mencetak sejarah sebagai petenis putri China pertama yang menjuarai China Open setelah melalui laga-laga berat.
Baca Juga: Zheng Qinwen dan Mirra Andreeva Mundur dari Wuhan Open 2026, Ini Alasannya
Data mencatat, Zheng menghabiskan waktu selama 15 jam 16 menit di lapangan dalam tujuh pertandingan di Beijing. Durasi tersebut menjadi catatan waktu terlama yang dihabiskan seorang pemain dalam satu turnamen sepanjang tahun ini.
"Sejak kembali dari cedera, saya telah menjalani rangkaian pertandingan yang sangat menuntut dalam satu setengah bulan terakhir, mulai dari US Open, Billie Jean King Cup, hingga China Open," ujar Zheng dalam pernyataan resminya terkait kondisi fisiknya.
Ia mengakui bahwa tubuhnya merasa sangat kelelahan setelah melakoni jadwal yang padat. Selama periode tersebut, Zheng mencatatkan performa gemilang dengan memenangkan 14 dari 15 pertandingan terakhirnya.
Baca Juga: Wuhan Open 2026: Sabalenka dan Swiatek Berpeluang Duel, Janice Tjen Hadapi Ujian Awal
Zheng berhasil menembus peringkat 23 dunia hanya dalam waktu kurang dari dua bulan. Ia melonjak 98 peringkat dari posisi sebelumnya di peringkat 121 dunia.
Akibat mundurnya Zheng dari turnamen di Osaka, petenis dunia peringkat ke-68, Ashlyn Krueger, akan mengisi slot di babak utama. Meski absen di Osaka, Zheng dijadwalkan kembali berkompetisi pada ajang WTA 250 Prudential Hong Kong Tennis Open bulan depan.
Turnamen Kinoshita Group Japan Open sendiri dijadwalkan bergulir mulai 19 Oktober hingga 25 Oktober 2024. Pihak penyelenggara belum memberikan keterangan tambahan mengenai persiapan turnamen setelah mundurnya unggulan tersebut.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : wtatennis.com