LombokPost – Alejandro Davidovich Fokina menuntaskan comeback dramatis untuk merebut gelar terbesar dalam kariernya. Petenis Spanyol itu bangkit dari ketertinggalan satu set dan satu break untuk mengalahkan kompatriotnya, Rafael Jodar, pada final Shanghai Masters 2026.
Davidovich Fokina menang dengan skor 1-6, 7-6(5), 6-4 di Qizhong Forest Sports City Arena, Minggu (18/10). Kemenangan dalam duel selama dua jam 28 menit itu mengantarkan petenis berusia 27 tahun tersebut meraih gelar ATP Masters 1000 pertamanya.
Gelar Shanghai Masters 2026 terasa istimewa bagi Davidovich Fokina. Sebelum mencapai final, dia melewati sejumlah pertandingan menegangkan, termasuk menyelamatkan match point saat menghadapi Frances Tiafoe pada babak ketiga. Dia juga bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menyingkirkan Hubert Hurkacz dan unggulan teratas Alexander Zverev.
Baca Juga: Alcaraz Bidik Gelar Shanghai Masters 2026, Kirim Pesan Penting untuk Holger Rune
Pada final Shanghai Masters, Davidovich Fokina kembali menunjukkan mental pantang menyerah. Setelah kalah telak pada set pertama dan tertinggal 1-6, 2-3, dia perlahan membalikkan keadaan hingga memastikan gelar juara.
“Saya benar-benar tidak punya kata-kata saat ini. Pikiran saya kosong. Saya tidak tahu harus berkata apa atau bagaimana perasaan saya. Ini benar-benar melegakan,” kata Davidovich Fokina dilansir dari ATP.
“Setelah set pertama, saya harus terus mencoba dan berjuang, seperti di setiap pertandingan sepanjang turnamen. Pada tie-break, saya kembali percaya kepada diri sendiri dan berusaha memainkan bola. Dia bermain sangat bagus,” imbuhnya.
Baca Juga: Jannik Sinner Mundur dari Shanghai Masters, Nomor 1 Dunia Belum Kembali Usai Wimbledon
Davidovich Fokina mengakui kondisi fisik turut membantunya pada set penentuan. “Pada set ketiga, mungkin saya sedikit lebih unggul secara fisik. Dia pemain yang luar biasa dan sangat sulit dihadapi hari ini,” ujarnya.
Dari Lima Kekalahan Final Menuju Gelar Masters 1000
Gelar Shanghai Masters 2026 menjadi trofi ketiga Davidovich Fokina di level ATP Tour sekaligus yang terbesar sepanjang kariernya. Pencapaian ini juga menandai perubahan besar setelah dia kalah dalam lima final pertamanya di level tur, termasuk final Masters 1000 Monte-Carlo pada 2022.
Kini, Davidovich Fokina justru memenangi tiga final terakhir yang dijalaninya. Sebelum berjaya di Shanghai, dia lebih dulu mengangkat trofi di Mallorca dan Chengdu pada musim ini.
Gelar di Chengdu pada akhir September menjadi titik balik setelah Davidovich Fokina absen sekitar dua bulan akibat cedera punggung. Kembali ke lapangan, dia langsung menemukan performa terbaik dan kini mencatatkan 10 kemenangan beruntun di Tiongkok.
“Saya sangat bersyukur memiliki tim seperti ini. Mereka mendukung saya setiap hari selama bertahun-tahun. Tahun ini sangat berat. Saya bukan hanya absen dua bulan, tetapi juga melewatkan beberapa turnamen lain karena cedera,” tutur Davidovich Fokina.
Dia juga menyebut Arthur Fils, sahabatnya yang sempat melewatkan sejumlah turnamen dan kembali dengan performa kuat, sebagai sumber inspirasi untuk bangkit.
Baca Juga: Sonay Kartal vs Maja Chwalinska di Final Wuhan Open 2026, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
Jodar Mengawali Final dengan Dominan
Di sisi lain, Rafael Jodar sebenarnya memulai final Shanghai Masters dengan sangat meyakinkan. Petenis unggulan ke-12 itu langsung mematahkan servis Davidovich Fokina pada gim kedua dan kembali melakukan break untuk unggul 5-1.
Jodar kemudian mengamankan set pertama tanpa menghadapi satu pun break point pada servisnya. Bintang muda Next Gen tersebut juga memenangi seluruh tujuh reli yang berlangsung lebih dari sembilan pukulan pada set pembuka.
Namun, Davidovich Fokina mulai menemukan ritme permainannya pada set kedua. Meski kembali tertinggal satu break saat skor 2-3, dia langsung membalas dengan merebut servis Jodar pada gim berikutnya.
Baca Juga: Zheng Qinwen Melonjak ke Peringkat 23 Dunia Usai Juara China Open 2026
Pertarungan semakin ketat ketika Davidovich Fokina harus menyelamatkan sejumlah break point untuk mempertahankan servisnya. Dia bertahan saat kedudukan 4-3, 5-4, hingga 6-5 sebelum memenangi tie-break 7-5 untuk memaksakan set ketiga.
Pada set penentuan, kedua pemain sempat saling mematahkan servis. Namun, Davidovich Fokina kemudian mengambil kendali dengan melakukan break pada gim kelima. Keunggulan itu dipertahankannya hingga pertandingan berakhir.
Davidovich Fokina mengonversi tiga dari tujuh peluang break point yang didapatnya, berdasarkan statistik Infosys ATP Stats. Kemenangan tersebut menutup perjalanan impresifnya di Shanghai Masters 2026 sekaligus menegaskan kebangkitannya setelah melewati musim yang diwarnai cedera.
Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : atptour.com