LombokPost-Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran untuk mendorong dan meningkatkan sektor pariwisata di daerah.
"Untuk peningkatkan keterampilan dan pengetahuan ASN perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar agar dapat bekerja secara efektif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ucap Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Dr Ali Muhtasom pada media, Kamis (1/8).
Sebab itu, Poltekpar Lombok menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) teknis pariwisata dan ekonomi kreatif dasar berbasis kompensasi di Desa Wisata Kembang Kuning, Lombok Timur.
Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari perwakilan Dinas Pariwisata NTB dan Dinas Pariwisata Kalimantan digelar sejak tanggal 26-27 Agustus lalu.
"Kegiatan ini sekaligus lanjutan studi lapangan untuk mengangkat pariwisata di Pulau Seribu Masjid," ucapnya.
Ia menyampaikan, kegiatan ini diinisiasi Poltekpar Lombok berkerjasama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf RI yang bertujuan untuk mengaplikasikan materi pembelajaran yang telah diberikan oleh para fasilitator selama pelatihan.
Selama di Desa Wisata Kembang Kuning, para peserta diberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana pengelolaan homestay, proses pembuatan kopi tradisional dan minyak tradisional dari Kelompok Sadar Wisata Desa Kembang Kuning.
Serta berkunjung ke destinasi wisata alam favorit, yaitu Air Terjun Sarang Walet dan Kolam Alam.
"Kegiatan pembelajaran dan aktivitas lapangan ini bertujuan untuk mendukung penyusunan proposal studi lapangan," jelas Doktor Ali.
Melalui diklat ini diharapkan, kualitas ASN di sektor parekraf sudah siap menghadapi tantangan dan tuntutan industri pariwisata yang semakin berkembang.
Serta meningkatkan daya saing tenaga kerja parekraf dengan memastikan mereka memiliki kompetensi yang diakui secara nasional maupun internasional.
Kemudian, meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan dan pelanggan dengan memberikan pelatihan yang fokus pada standar layanan dan kepuasan pelanggan.
Serta mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor parekraf yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Diklat ini juga untuk menyiapkan tenaga kerja profesional dan siap kerja, yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan industri pariwisata dan ekonomi kreatif," bebernya.
Menurut Ali, pariwisata di NTB menunjukkan potensi besar dengan keindahan alam seperti pantai, pegunungan dan budaya lokal yang unik.
Namun, beberapa hal perlu dibangun dan ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi tersebut seperti promosi dan pemasaran.
"Hal ini harus ada upaya promosi secara digital dan konvensional untuk menarik wisatawan domestik dan internasional. Yang dibarengi peningkatan kualitas SDM," ucap dia. (ewi)
Editor : Kimda Farida