LombokPost-Awal Ramadhan menjadi momentum penuh berkah bagi para jamaah umrah yang tergabung dalam Muhsinin Tour and Travel.
Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Kota Suci Makkah, Rabu (12/3), rombongan melanjutkan perjalanan menuju Madinah, kota yang menjadi saksi perjuangan dakwah Rasulullah ﷺ.
Perjalanan ini tak sekadar perpindahan tempat, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajak jamaah untuk lebih mengenal sejarah Islam melalui kunjungan ke berbagai situsbersejarah.
Perjalanan Penuh Makna Menuju Madinah
Dengan penuh antusiasme, para jamaah berangkat dari Mekah menuju Madinah, menempuh perjalanan darat yang penuh makna.
Sepanjang perjalanan, jamaah tidak hanya menikmati pemandangan gurun yang membentang luas.
Tetapi juga mendapatkan siraman rohani dari pembiming umrah Muhsinin Tour and Travel Ustad Ari Suhaimi yang menjelaskan sejarah perjalanan hijrah Nabi Muhammad ﷺ serta kisah-kisah perjuangan Islam di masa lalu.
Sebelum tiba di Madinah, rombongan menyempatkan diri untuk berziarah ke beberapa tempat bersejarah yang memiliki nilai spiritual tinggi, di antaranya:
Masjid Arish: Saksi Perjuangan Islam
Inilah tempat kemah Rasulullah dan sekaligus tempat mengatur strategi perang dalam pertempuran Badr.
Di depan masjid Ini terdapat lembah badr yang di jadikan tempat atau lokasi pertempuran badr antara kaum muslimin sebanyak 313 melawan 1000 orang kafir.
Masjid Arish di bangun sebagai sejarah yang kuat tentang perang pertama nabi saat berhijrah dari makkah menuju Yatsrib/Madinah dan terjadi pada tgl 17 Ramadan tahun ke 2 Hijriah bertepatan 13 Maret 624 M.
Masjid ini diyakini sebagai lokasi tempat Nabi Muhammad ﷺ melakukan doa dan meminta pertolongan kepada Allah sebelum pertempuran besar tersebut berlangsung.
Makam Syuhada Badar: Mengenang Pengorbanan Pejuang Islam
Perjalanan dilanjutkan ke Makam Syuhada Badar, tempat peristirahatan terakhir 14 sahabat Nabi yang gugur dalam Perang Badar.
Dengan penuh haru, jamaah mengirimkan doa untuk para syuhada yang telah berjuang mempertahankan agama Islam.
Perang Badar dianggap sebagai salah satu peristiwa yang mengesankan dalam sejarah Islam.
313 pasukan Muslim yang sedang berpuasa berhasil mengalahkan tentara kafir yang jumlahnya 1000 lebih besar dan lebih terlatih karena pertolongan Allah SWT
Disinilah di makamkan 14 Sahabat Nabi yang wafat dalam peperangan tersebut, diantaranya :
Ubaidah bin al-Harits, Umair bin al-Hammam, Dzusy Syimalain bin Abdu Amr, Aqil bin al-Bukair Mihja', Shafwan bin Baidha', Sa'ad bin Khaitsamah, Mubasysyir Yaid bin al-Hairts, Umair bin Abi Waqqas, Rafi' bin al-Mu'allaHaritsah bin Suraqah, Auf bin Afra' dan Mu'awwidz bin Afra'.
Di tempat ini, jamaah semakin memahami betapa besar pengorbanan para sahabat dalam mempertahankan aqidah Islam di masa-masa awal penyebarannya.
Jabal Malaikat: Bukit Penuh Keberkahan
Jabal Malaikat merupakan sebuah bukit yang disebut-sebut menjadi tempat turunnya para malaikat saat Perang Badar berlangsung.
Sebanyak 313 pasukan umat muslim harus menghadapi pasukan Quraisy yang berjumlah 1.000 orang.
Namun atas izin Allah SWT, ribuan malaikat diturunkan ke medan perang di Jabal Malaikat untuk membantu umat muslim memenangkan peperangan tersebut.
Pertempuran itu menjadi penanda penting dalam sejarah Islam. Bahkan, ghazwah ini disebutkan dalam Alquran, tepatnya surah Ali Imran ayat 123.
Jemaah yang mengunjungi tempat ini merasakan ketenangan dan kebesaran Allah yang telah menolong pasukan Islam pada masa itu.
Bi'ru Syifa (Telaga Syifa): Sumber Air Penuh Keberkahan
Perjalanan terakhir sebelum memasuki Madinah adalah mengunjungi Bi'ru Syifa atau Telaga Syifa.
Tempat ini dikenal sebagai sumber air yang memiliki khasiat penyembuhan, sebagaimana namanya "Syifa" yang berarti penyembuhan.
Telaga Syifa, yang juga dikenali sebagai Telaga Tol’ah, mempunyai kisah yang sangat menarik dan penuh makna dalam sejarah Islam.
Sebelum kedatangan Nabi, air di Telaga Syifa dikatakan sangat pahit dan beracun. Penduduk setempat percaya siapa saja yang meminum air tersebut akan menghadapi kematian.
Kisah perubahan air telaga ini bermula ketika Nabi Muhammad dan para sahabatnya dalam perjalanan pergi dan pulang dari perang Badar.
Setelah Nabi meludah ke dalam telaga tersebut. Dengan izin Allah, air telaga yang sebelumnya pahit dan beracun itu berubah menjadi air yang segar dan bermanfaat.
Baca Juga: Demi Jaga Stabilitas Pangan Selama HBKN, Pemerintah Getolkan Program SPHP Beras dan Operasi Pasar
Setelah perubahan ini, air Telaga Syifa dapat diminum dan dianggap sebagai penawar, memberikan harapan dan kesihatan kepada mereka yang meminumnya
Jamaah yang berkunjung ke sini tak lupa mengambil air sebagai berkah dan mengenang betapa air menjadi salah satu anugerah Allah yang sangat berharga di tengah gurun yang panas.
Tiba di Madinah: Bersiap Memperbanyak Ibadah di Masjid Nabawi
Setelah melalui perjalanan yang penuh makna, jamaah akhirnya tiba di Madinah, kota yang menjadi tempat hijrah Nabi Muhammad ﷺ. Mereka bersiap untuk melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, dan memperbanyak amalan di bulan suci Ramadhan.
Perjalanan dari Mekah ke Madinah bukan hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang memperdalam kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan Islam.
Dengan penuh syukur, jamaah Muhsinin Tour and Travel mengakhiri perjalanan hari itu dengan doa, berharap mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah mereka di Tanah Suci.
Dengan pelayanan yang profesional dan bimbingan dari Muhsinin Tour and Travel, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Ramadan di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan, tetapi sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih keberkahan yang tak ternilai.
Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman luar biasa ini, Muhsinin Tour and Travel siap menemani setiap langkah perjalanan spiritual Anda.
Semoga Allah memudahkan niat dan langkah kita untuk beribadah di Tanah Suci. Aamiin. (*)
Editor : Alfian Yusni