Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sangiang Api 2025, Festival Bahari Paling Panas dari Timur NTB Siap Meledak Lagi

Alfian Yusni • Minggu, 4 Mei 2025 | 09:45 WIB

Salah satu pertunjukan budaya di Kabupaten Bima.
Salah satu pertunjukan budaya di Kabupaten Bima.

LombokPost - Di ujung timur Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, ada satu festival yang tidak boleh anda skip kalau anda mengaku anak tropis sejati. Festival Sangiang Api (FSA).

Tahun ini, festival itu bakal kembali digelar dari 27 Juli sampai 2 Agustus 2025, dan sepertinya bakal jadi lebih panas dari sebelumnya secara harfiah dan kultural.

FSA bukan cuma soal kumpul-kumpul liat atraksi, tapi ini momen warga Wera buat nunjukin ke dunia: “Kami punya laut biru, budaya tua, dan karya kreatif yang enggak bisa lo temuin di tempat lain.”

Dari ritual adat, pentas seni, sampai pameran produk lokal yang digarap sama UMKM muda Bima, semuanya dijahit dalam vibe khas timur yang chill tapi berbobot.

Sabtu lalu (3/5), tim panitia beserta Ketua Umum DPP IKRA Prof. Muchtar, berkumpul di sebuah restoran di Kota Bima buat memebahas detail festival bersama Bupati Ady Mahyudi.

Spoiler: Pemda Bima ngasih lampu hijau penuh. Bahkan, Bupati Ady terang-terangan bilang kalau festival ini bisa jadi jalan tol buat promosi destinasi bahari Bima yang bertetangga langsung sama Labuan Bajo, spot elitnya pariwisata Indonesia.

Photo
Photo

Yang bikin makin serius, tahun ini FSA bakal ditinjau langsung oleh tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Jika semuanya on point, FSA bisa masuk Kalender Event Nasional 2026. Artinya? Festival ini bisa punya impact nasional.

Dari pariwisata naik, ekonomi lokal bergerak, sampai orang-orang kreatif di Bima punya panggung lebih gede buat unjuk karya.

“Ini bukan cuma event hiburan. Tapi ruang buat nunjukin kalau Bima dan Wera punya tempat dalam peta pariwisata nasional—dan bahkan internasional,'' kata Prof. Muchtar.

Jadi, jika anda mencari festival yang tidak pasaran, yang vibes-nya masih alami dan otentik, tapi juga mulai naik kelas ke level nasional, tandai tanggalnya.

Photo
Photo

Sangiang Api 2025 bukan cuma tentang lautan dan budaya, tapi tentang energi daerah yang lagi bangkit dengan cara mereka sendiri.

Festival Sangiang Api pertama kali dihelat pada tahun 2014 di Desa Sangiang, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. 

Festival ini menjadi agenda tahunan yang rutin digelar, dan salah satu acaranya adalah lomba sampan layar tradisional. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Festival Sangiang Api 2025 #Bima #FSA #kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif