LombokPost – Selain jalur pendakian Senaru wilayah Kabupaten Lombok Utara yang sudah populer, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memiliki potensi jalur alternatif yang tak kalah menarik untuk dikembangkan, yaitu jalur Torean.
Jalur ini dikenal memiliki tingkat kesulitan yang lebih menantang, namun menjanjikan pengalaman pendakian dengan nuansa alam yang luar biasa.
Jalur ini memang terbilang ekstrem dibandingkan jalur lainnya, namun menyuguhkan pemandangan Jurassic Parknya Lombok, dari kata-kata pendaki.
Baca Juga: Didesak Pelaku Pariwisata, Balai TNGR Kaji Ulang Kuota Pendakian Rinjani
Ketua Akad Lombok Utara, Budiawan, mengungkapkan potensi besar jalur Torean dikembangkan dalam wawancaranya dengan Lombok Post.
Menurutnya, jalur Torean menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda dan lebih menantang dibandingkan jalur Senaru, yang lebih banyak dipilih oleh pendaki pemula.
"Salah satu yang berpotensi untuk pengembangan jalur pendakian ke Rinjani selain Senaru, ada Torean. Tetapi yang lebih menantang dan menjanjikan nuansa alamnya itu sangat luar biasa melewati track Torean," kata Budiawan.
Budiawan menjelaskan, jalur Torean menyuguhkan keindahan alam Rinjani dari sisi yang berbeda.
Para pendaki akan disuguhi pemandangan hutan yang masih alami, sungai-sungai yang jernih, serta beragam flora dan fauna endemik yang mungkin tidak banyak ditemui di jalur lain.
Tantangan medan yang lebih ekstrem juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang mencari pengalaman petualangan yang lebih memacu adrenalin.
Baca Juga: Kuota Pendakian Sesuai Daya Dukung Kawasan, Jangan Jual Murah Gunung Rinjani!
Meskipun demikian, jalur Torean juga memiliki potensi untuk menarik minat wisatawan yang mencari pengalaman trekking yang lebih otentik dan jauh dari keramaian.
Keindahan alam yang masih terjaga dan suasana yang lebih tenang di jalur ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam sejati.
Pengembangan jalur Torean sebagai alternatif pendakian diharapkan dapat memberikan beberapa keuntungan.
Pertama, dapat mengurangi kepadatan pendaki di jalur Senaru yang seringkali ramai terutama pada musim pendakian.
Kedua, dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar Torean melalui jasa porter, pemandu, dan penyediaan akomodasi.
Baca Juga: Balai TNGR Sebut Pembatasan Kuota Pendakian untuk Lindungi Kawasan Konservasi Gunung Rinjani
Ketiga, dapat memperluas daya tarik wisata Rinjani dengan menawarkan pilihan pengalaman pendakian yang beragam.
Untuk memaksimalkan potensi jalur Torean, Budiawan menekankan perlunya perencanaan dan pengelolaan yang matang.
Hal ini meliputi pembenahan infrastruktur jalur, peningkatan keamanan, pelatihan pemandu lokal, serta sosialisasi kepada para pendaki mengenai tingkat kesulitan dan persiapan yang dibutuhkan untuk jalur ini.
"Perlu ada perhatian khusus dari pihak terkait untuk mengembangkan jalur Torean ini. Dengan pengelolaan yang baik, jalur ini bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin merasakan tantangan dan keindahan alam Rinjani yang sesungguhnya," imbuh Budiawan.
Dengan potensi alam yang luar biasa dan tantangan yang menarik, jalur pendakian Torean di Gunung Rinjani memiliki prospek cerah.
Baca Juga: Dilarang Mendaki Gunung Rinjani Lima Tahun, Tiga Pendaki Australia Diblacklist
Tentunya untuk menjadi alternatif favorit bagi para pendaki yang mencari pengalaman yang lebih ekstrem dan otentik di salah satu gunung berapi terindah di Indonesia ini.
Pengembangan jalur ini diharapkan dapat semakin memperkaya khazanah pariwisata NTB dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. (nur)
Editor : Jelo Sangaji