Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ubah Sampah Jadi Berkah, Masyarakat Diajak Sulap Kawasan Pantai Bagek Kembar Jadi Sentra Ekonomi Sirkular

Nurul Hidayati • Selasa, 12 Mei 2026 | 21:08 WIB
PENTINGNYA OLAH SAMPAH MANDIRI: Masyarakat diberikan sosialisasi pentingnya bisa mengolah sampah secara mandiri, terutama di kawasan wisata.
PENTINGNYA OLAH SAMPAH MANDIRI: Masyarakat diberikan sosialisasi pentingnya bisa mengolah sampah secara mandiri, terutama di kawasan wisata.

LombokPost - Kawasan wisata Pantai Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, kini punya napas baru dalam menangani persoalan limbah pesisir.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna meluncurkan program pengembangan dan pendampingan pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular, Selasa (12/5).

Langkah strategis ini bertujuan menekan timbulan sampah sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca di sekitar kawasan proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker.

Baca Juga: SDN 19 Cakranegara Olah Sampah Organik Sekolah Jadi Pupuk

Dengan melibatkan Pokdarwis hingga pemerintah daerah, sampah kini tak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sumber daya ekonomi.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan.

“Kami ingin menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Pengelolaan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilahan hingga pengolahan menjadi produk bernilai,” ujar Mamit.

Baca Juga: Babinsa Olah Sampah Organik Menjadi Pupuk

Salah satu inovasi yang didorong adalah budidaya maggot dan pembuatan pupuk organik dari sampah yang terkumpul.

Hal ini sejalan dengan kondisi Kota Mataram yang menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menghasilkan sekitar 311 ton sampah per hari pada tahun 2025.

“Dari 311 ton itu, lebih dari 70 persen masih mengandalkan TPA. Hanya sekitar 28 persen yang bisa dikelola mandiri. Kegiatan ini sangat mendukung pengurangan emisi gas metana dari tumpukan sampah,” jelas Kepala Seksi Pengurangan Sampah DLH Kota Mataram, I Made Wibisana Gunaksa.

Baca Juga: Olah Sampah Plastik dengan Teknologi Radiasi

Lurah Tanjung Karang Permai, Nani Nurkomala, menyambut baik edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik ini.

Menurutnya, kenyamanan wisatawan di Pantai Bagek Kembar sangat bergantung pada kebersihan lingkungan yang dikelola secara kolektif.

Manajer PLN UP3 Mataram, Hengky Purbo Lesmono, menambahkan bahwa kehadiran PLN di NTB tidak hanya soal menyediakan listrik andal, tetapi juga menjadi solusi sosial bagi masyarakat. Senada dengan itu, Ketua Pokdarwis Bagek Kembar, H. Sukendi, mengapresiasi pendampingan ini.

"Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa sampah yang dikelola dengan baik bisa menjaga lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan," harap Sukendi.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#PLN EPI #Pantai Bagek Kembar #wisata mataram #pengelolaan sampah #ekonomi sirkular