Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pesona Danau Satonda, Keajaiban Geologi Purba Gunung Tambora

Geumerie Ayu • Sabtu, 4 Juli 2026 | 07:10 WIB
KEAJAIBAN GEOLOGI: Penampakan danau asin Satonda yang ada di Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB. (IST/LOMBOK POST)
KEAJAIBAN GEOLOGI: Penampakan danau asin Satonda yang ada di Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Bagi para petualang yang mendamba sunyi dan keunikan alam yang ekstrem, perjalanan belum bisa dianggap paripurna sebelum menyeberang ke Pulau Satonda di Kabupaten Dompu.

Di sanalah, sebuah keajaiban geologi purba tersembunyi dengan rapi. Di balik rimbunnya hutan tropis kawasan Taman Nasional Gunung Tambora, keajaiban itu bernama Danau Air Asin Satonda.

Satonda bukanlah pulau biasa. Pulau kecil tak berpenghuni seluas 335 hektar ini layaknya sebuah cawan raksasa yang terapung di perairan Laut Flores. Menginjakkan kaki di bibir dermaga kayunya yang sunyi dan berjalan sedikit menembus pepohonan tua.

Baca Juga: Bertabur Bintang, Lini Drakor Terbaru Juli 2026 Siap Manjakan Pecinta Drama Korea

Sebuah hamparan air berwarna hijau toska pekat seluas 2,5 kilometer persegi akan langsung menyambut pandangan. Inilah kaldera purba sedalam 86 meter yang menyimpan misteri asin di tengah daratan.

Secara visual, Danau Satonda menampilkan bentang magis yang kontras. Airnya yang tenang bagai cermin raksasa mengepung kesunyian. Berpadu dengan dinding-dinding bukit hijau yang melingkarinya dengan kokoh.

Suasananya begitu khidmat, jauh dari hiruk-pikuk peradaban. Memberikan sensasi magis bagi siapa saja yang datang menyesap ketenangannya.

Baca Juga: BTS dan LE SSERAFIM Jadi Penampil Utama Event 2026 iHeartRadio Music Festival di Las Vegas

Daya pikat utama Satonda yang mendunia justru terletak pada rasa airnya. Berbeda dengan danau vulkanik pada umumnya yang berair tawar, air di Satonda justru terasa sangat asin. Bahkan kabarnya mengalahkan kadar garam air laut di sekeliling pulau.

Keunikan sains ini diyakini kuat para peneliti dunia sebagai jejak bisu dari bencana katastrofe meletusnya Gunung Tambora pada 1815 silam.

Gelombang megatsunami menghantam dan melemparkan air laut dalam volume masif. Kemudian terperangkap di dalam cekungan kawah purba Satonda. Melahirkan fenomena alam langka yang bertahan hingga dua abad kemudian.

Baca Juga: TKA Diusulkan Jadi Syarat Wajib SPMB SMP dan SMA, Jalur Domisili Bisa Dihapus

Sebagai sebuah destinasi wisata, Satonda menawarkan petualangan dua alam yang lengkap. Sebelum menikmati ketenangan danau, perairan luar Satonda menyuguhkan atraksi bahari yang tak kalah menawan.

Air laut yang bening bak kristal, kawasan pesisir pulau ini adalah surga bagi para pencinta snorkeling.

Tanpa perlu keahlian khusus, pelancong pemula sekalipun dapat dengan mudah menyapa hamparan terumbu karang yang terawat. Menari bersama ribuan ikan tropis warna-warni yang berenang bebas di dekat permukaan.

Keheningan bawah lautnya berpadu dengan ketenangan ombak pantai. Menciptakan sebuah pengalaman relaksasi yang intim dengan alam.

Baca Juga: Kalem Tapi Ambisius, Ong Seong Wu Jadi CEO Licik di Drakor Spooky in Love

Sisi magis Satonda kian tebal dengan berseminya mitos yang dirawat erat masyarakat di Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat.

Destinasi ini dibalut legenda kemarahan Raja Tambora yang konon mengutuk wilayah tersebut setelah pinangannya ditolak.

Di tepian danau, terdapat deretan pohon tua yang batangnya dipenuhi oleh gantungan batu-batu kecil milik wisatawan. Ini adalah tradisi wishing tree atau pohon harapan.

Baca Juga: UKT Unram Berkeadilan, 42 Persen Mahasiswa Bayar Maksimal Rp1 Juta Per Semester

Banyak pelancong, baik domestik maupun mancanegara, sengaja menggantungkan batu pada ranting pohon tersebut.

Hal itu sebagai simbol doa dan keyakinan agar keinginan atau cita-cita mereka dapat segera terwujud di kemudian hari.

Mencapai Satonda adalah bagian dari petualangan itu sendiri. Menempuh jalur darat selama 3 jam dari pusat Kota Dompu ke Pelabuhan Nangamiro, pelancong akan disuguhi kemegahan siluet Gunung Tambora di kejauhan.

Baca Juga: Wakili NTB, Siswa MAN 2 Mataram Lolos Nasional Krida Duta Bahasa

Perjalanan lalu berlanjut menggunakan perahu motor nelayan lokal membelah laut biru selama 30 hingga 45 menit.

Saat perahu perlahan bersandar dan kesunyian hutan Satonda mulai menyergap. Anda akan sadar bahwa keindahan sejati terkadang memang sengaja disembunyikan di tempat yang paling terpencil.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Danau Satonda #Geologi Purba #Dompu #Pulau Satonda #Gunung Tambora