LombokPost – Tertarik dengan wisata bahari yang tak biasa? Pulau Ular ini bisa jadi pilihan menantang.
Tak hanya memanjakan mata, tapi juga memicu sensasi adrenalin. Lantaran pulau ini menjadi habitat alami bagi kawanan ular laut unik.
Destinasi yang juga dikenal sebagai Nusa Nipa ini terletak di kawasan perairan Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.
Berdekatan dengan objek wisata Pulau Gilibanta serta Tolowamba, pulau mungil seluas kurang lebih 500 meter persegi.
Baca Juga: The New Audi Q5 SUV Patok Standar Baru SUV Premium
Gabungan antara keajaiban alam, fauna langka, dan mitos sejarah menjadikan tempat ini sangat berharga. Pulau ini dihuni populasi ular laut bersisik kombinasi putih silver dan hitam mengkilat.
Meski tergolong jenis ular laut yang memiliki bisa, ular-ular ini terbilang ramah. Mereka tidak menggigit, serta memiliki ekor pipih menyerupai ekor ikan.
Wisatawan kerap mengalungkan reptil ini di leher untuk berswafoto tanpa rasa takut.
Di sepanjang pesisir pantai sebelum menyeberang, terdapat banyak titik mata air tawar di bibir pantai.
Baca Juga: Cuma 20 Unit, Daihatsu Terios Special Edition Tampil Memikat di GIIAS 2026
Uniknya, meski terendam air laut saat pasang, airnya tetap terasa segar dan tawar layaknya air minum rumahan.
Masyarakat meyakini pulau ini terbentuk dari kapal Kerajaan Flores dan sekutunya Belanda yang dikutuk oleh Raja Bima, Raja Indra Kumala, usai pertempuran masa lampau.
Dua pohon kamboja yang tumbuh di atas pulau dipercaya sebagai tiang kapal yang menjelma.
Untuk menikmati keajaiban ini, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 45 menit dari Kota Bima menuju Desa Kalo atau Desa Pai di Kecamatan Wera.
Dari daratan utama, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu kayu sewaan milik warga setempat selama 15 menit.
Keberadaan pulau ini dijaga ketat kearifan lokal. Masyarakat meyakini ular-ular tersebut tidak boleh diambil atau dibawa keluar dari habitatnya.
Baca Juga: Suzuki XL7 Terbaru Meluncur, Kini Tampilan Makin Tegas
Jika dilanggar, ular tersebut akan kembali sendiri atau mendatangkan bencana bagi warga Desa Pai.
Aturan adat ini justru efektif menjaga kelestarian ekosistem dan populasi satwa hingga kini. Lanskap batuan laut yang eksotis serta latar cerita rakyat yang kuat, Pulau Ular merupakan aset wisata berharga NTB.
Tertarik? Selamat mencoba berlibur.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post