Keindahan Pohon Galau dan Sunset Keemasan Savana Bale Tepak

Ferial Ayu • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:52 WIB
MEMIKAT: Pohon galau jadi spot incaran pengunjung maupun fotografer di Savana Bale Tepak di Desa Batujangkih, Lombok Tengah. (IVAN/LOMBOK POST)
MEMIKAT: Pohon galau jadi spot incaran pengunjung maupun fotografer di Savana Bale Tepak di Desa Batujangkih, Lombok Tengah. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost – Lombok seolah tak pernah kehabisan cara untuk memikat wisatawan.

Di balik destinasi populer seperti kawasan Mandalika, masih banyak sudut alam yang menawarkan pengalaman berbeda.

Salah satunya Savana Bale Tepak, yang terletak di Desa Batujangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. 

Hamparan padang rumput yang luas menjadi daya tarik utama destinasi ini.

Baca Juga: Suzuki Hadirkan Inovasi Fitur Parkir di Ruang Terbatas

Lanskapnya dikelilingi perbukitan kecil yang menciptakan panorama alami sejauh mata memandang.

Saat musim hujan, rerumputan berubah hijau dan menyegarkan.

Sementara ketika kemarau tiba, warnanya berganti menjadi kuning keemasan yang menghadirkan karakter berbeda.

Suasana Bale Tepak terasa semakin istimewa karena kawasan ini relatif jauh dari keramaian.

Baca Juga: Mitsubishi XForce Ultimate 2026, SUV ICE Paling Premium

Angin yang berembus pelan, suara burung, serta hamparan alam terbuka membuat pengunjung bisa menikmati suasana dengan lebih tenang.

Tak sedikit yang datang sekadar duduk santai, menikmati pemandangan, atau mengabadikan lanskap melalui kamera.

Posisinya yang terbuka juga membuat Bale Tepak menarik untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam.

Pada pagi hari, kabut tipis di sekitar lembah dapat menghadirkan nuansa yang sejuk dan dramatis.

Menjelang sore, cahaya matahari menyapu perbukitan dan padang rumput dengan warna keemasan.

Keberadaan pohon galau di kawasan ini turut menjadi elemen menarik untuk fotografi.

Baca Juga: Self Reward, Jeda Kecil untuk Energi Bisnis

Di sana terdapat sebuah pohon yang jadi incaran spot foto pengunjung maupun fotografer, namanya Pohon Galau. 

Kabut tipis dan pancaran emas sinar matahari terbit dan terbenam menciptakan nuansa serasa di negeri dongeng.

Bagi pencinta aktivitas luar ruang, Bale Tepak bisa menjadi lokasi piknik maupun camping.

Namun, pengunjung perlu mempersiapkan kebutuhan secara mandiri karena fasilitas umum di kawasan tersebut masih terbatas.

Baca Juga: Pesona Pantai Jelenga, Hidden Gem Incaran Peselancar

Air minum, makanan, perlengkapan berkemah, hingga kantong sampah sebaiknya dibawa dari awal.

Keunikan lainnya terlihat dari kehidupan alam dan masyarakat sekitar.

Sapi serta kambing milik warga kerap terlihat merumput di kawasan savana.

Pemandangan tersebut menjadi bagian dari keseharian masyarakat desa yang sebagian menggantungkan kehidupan pada pertanian dan peternakan.

Perjalanan menuju Bale Tepak dari Kota Mataram membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Sebagian besar akses telah beraspal, meski beberapa kilometer terakhir masih berupa jalan berbatu.

Baca Juga: Menjelajahi Pantai Pink Lambu Bima yang Memikat Hati

Kondisi ini membuat perjalanan membutuhkan kendaraan dan persiapan yang prima.

Karena belum banyak papan petunjuk dan fasilitas wisata, pengunjung disarankan menggunakan navigasi digital sekaligus meminta arahan warga setempat.

Waktu terbaik datang adalah pagi atau sore untuk menghindari panas.

Alas kaki nyaman, topi, sunscreen, air minum, serta bekal juga perlu disiapkan.

Baca Juga: Air Terjun Agal, Simfoni Alam Purba yang Tersembunyi di Desa Marente

Bale Tepak bukan sekadar tempat untuk berburu foto.

Destinasi ini menawarkan kesempatan menikmati Lombok dari sisi yang lebih sunyi dan alami.

Menjaga kebersihan serta menghormati aktivitas masyarakat setempat, pesona savana ini dapat tetap lestari sekaligus menjadi alternatif wisata alam bagi mereka yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Savana Bale Tepak Pohon Galau Bale Tepak wisata Mandalika