alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

MotoGP Mandalika Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan Asing

MATARAM-Pemerintah masih menutup akses bagi warga negara asing untuk masuk ke Indonesia. Penutupan ini berlangsung hingga 14 Januari nanti.

Kebijakan ini berdampak besar pada target angka kunjungan wisatawan ke NTB di awal tahun ini. “Berdampak, pasti. Tapi kalau ini kebijakan pemerintah pusat, daerah mau bilang apa,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbulwadi, Selasa (5/1).

Untuk itu, pihaknya terus menerus berupaya mengoptimalkan kunjungan wisatawan lokal dan nusantara. Namun tetap ditekankan untuk mematuhi protokol Covid-19. Pihaknya juga meningkatkan dan menambah sertifikasi CHSE di destinasi, akomodasi, transportasi, sarana dan prasana di sektor pariwisata. Ini untuk meyakinkan wisatawan jika NTB aman dikunjungi.

“Dengan keyakinan kondisi NTB sudah stabil, angka penyebaran covid-19 turun, tak ada halangan bagi wisatawan dalam negeri untuk berkunjung,” jelasnya.

Pihaknya meyakini NTB sudah layak dikunjungi wisatawan. Baik dalam maupun luar negeri. Harapan besar pun datang pada penerapan Perda No 7 Tahun 2020 mengenai Penanggulangan Penyakit Menular. Terlebih, aturan wajib rapid tes dan swab bisa memastikan wisatawan bukanlah silent carrier virus corona sebelum masuk suatu wilayah. “Asalkan aturan sudah ditegakkan, saya yakin NTB layak menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi,” ujarnya.

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB pun belum dapat berharap banyak pada kunjungan wisatawan tahun ini. Karena pandemi korona yang belum jelas kapan selesainya. “Vaksin belum jelas efektivitasnya. Ditambah isu mutasi virus Korona terbaru. Ini menunjukkan situasi pergerakan wisatawan yang masih sangat kacau,” jelas Dewan Penasihat PHRI NTB Gusti Lanang Patra.

Meski demikian, perhelatan MotoGP sedikitnya memberikan angin segar. Kebutuhan akomodasi untuk muatan 150 ribu penonton mampu membuat pemulihan bisnis ini diprediksi melonjak hingga 100 persen. Asalkan bisa benar-benar terlaksana di NTB. “Setengah dari 150 ribu kunjungan saja sudah mampu membantu napas pengusaha hotel dan restoran,” katanya.

Dari okupansi di 600 lebih anggota PHRI yang mencapai 100 persen, total sektor ini diperkiran mampu mengantongi sedikitnya ratusan miliar dari perhelatan MotoGP. “Walau dilaksanakan sekian hari, tapi efeknya bisa dinikmati selama sekian bulan,” paparnya. (eka/r8)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks