alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

NTB Bisa Bikin Motor Listrik Bertenaga Surya

MATARAM-NTB sudah mampu memproduksi motor listrik pengangkut sampah bertenaga surya. Motor listrik ini buatan tim CV Mataram Etnik milik Nazar Susan.

Kini mereka fokus memproduksi kendaraan dengan sumber tenaga alternatif sebagai pengganti ketergantungan alat transportasi pada bahan bakar minyak. Motor listrik ini beragam jenis dan disesuaikan dengan permintaan konsumen. Mulai dari yang bertenaga listrik, bertenaga surya, kombinasi keduanya, hingga model roda tiga full atap. Harga yang dibanderol berkisar Rp 50 juta. “Ini asli produk lokal punya, nama mereknya Kentodak,” kata Nazar, Rabu (7/4/2021).

Untuk kendaraan jenis kombinasi tenaga listrik dan panel surya, kapasitas baterainya 36.000 Wh. Bisa menempuh dua jam perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 30 kilometer dalam kecepatan tinggi. Bertenaga surya, kendaraan ini juga bisa mengisi daya  penuh jika ditaruh di bawah sinar  matahari selama tiga jam.

Sementara ini, pemesanan didominasi Dinas Lingkungan Hidup untuk mengangkut sampah di sejumlah lokasi. Nazar berharap, produksi secara masif bisa dilakukan dengan masuknya sejumlah investor demi memenuhi pasar lebih luas. “Kalau produksi masif, tentu lebih banyak tenaga kerja bisa diserap,” jelasnya.

Selain untuk pengangkut sampah, bagian boks juga bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Salah satu yang sedang dikembangkan adalah rancangan cold storage buatan lokal. Ini membuktikan industri dalam daerah tetap mampu bersaing dengan produk-produk impor komoditas sejenis. “Jadi bisa digunakan nelayan atau pengepul untuk mengangkut puluhan kilogram ikan tangkapan,” bebernya.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengatakan kehadiran kendaraan pengangkut sampah bertenaga surya ini untuk mendukung implementasi program Zero Waste yang diusung pemerintah daerah. Tak hanya OPD, desa juga bisa mendukung program ini dengan memanfaatkan BUMDes. Dia meyakini, kendaraan pengangkut sampah ini mampu menjadi salah satu produk industrialisasi unggulan NTB tahun ini. “Kita harap kendaraan lokal ini jadi alternatif baru menggeser produk roda tiga dari luar,” katanya.

Pihaknya fokus mempromosikan kendaraan ini agar tak lagi asing bagi masyarakat. Didukung sejumlah penyesuaian agar legal melenggang di jalan raya.

Dia tak menampik jika sebagian komponen bahan baku masih bergantung pada produk luar daerah dan impor untuk mendukung proses produksi. Menurut Nuryanti, mencari produk yang orisinil lokal dari hulu hingga ke hilir saat ini sulit. Karena itu, amati tiru modifikasi menjadi salah satu opsi. “Kalau mau buat bahan baku sendiri, butuh waktu lama. Justru kita akan ketinggalan terus dengan produksi luar negeri,” jelasnya. Diharapkan, pergub ekonomi kreatif sebagai payung hukum yang mendukung eksistensi produk-produk lokal rampung tahun ini. (eka/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks