alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Inilah Pelanggan Listrik Terbesar di NTB

MATARAM-Ingin tahu pelanggan listrik terbesar di NTB? PLN Unit Induk Wilayah NTB kini segera memiliki pelanggan terbesar tersebut. Hal ini setelah PLN UIW NTB menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sumbawa Jutaraya (PT SJR) di kantor PLN UIW NTB, Selasa (16/6/2020).

PT SJR adalah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Sumbawa. Perusahaan tambang ini akan membutuhkan pasokan listrik sebesar 10 MVA untuk menunjang operasional di kawasan industri yang mereka bangun, dan menjadikan perusahaan ini sebagai pelanggan terbesar PLN di NTB.

Beradaptasi dengan era new normal, penandatanganan MoU tersebut dilakukan secara virtual. “Kami juga memiliki industri yang sama di Tapanuli Selatan. Dalam hal ini, energi listrik merupakan komponen yang besar dalam kegiatan operasional kami,” kata Direktur Utama PT SJR Dadi Sukarso Yuwono.

Lokasi kawasan industri yang akan dibangun PT SJR berada di Desa Lebangkar, Kecamatan Ropang, Sumbawa. Lokasi penambangan ini sangat terpencil. Tidak ada akses jalan dan lebih dekat dengan laut. Untuk itu, Dedi sangat berharap sinergitas dengan PLN dapat berlangsung jangka panjang.

“Kami sangat  berterima kasih untuk support PLN pada kami. Penandatanganan ini akan menjadi awal untuk menjalin kerja sama yang lebih baik lagi ke depannya,” kata Dadi.

Sementara itu, General Manager PLN NTB Rudi Purnomoloka menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan PT SJR kepada PLN sebagai pemasok listrik untuk kebutuhan operasionalnya.

“Dengan daya awal sebesar 10 MVA, PT SJR akan menjadi pelanggan PLN NTB yang terbesar pada saat ini,” kata Rudi.

Sesuai MoU, untuk daya awal akan disesuaikan dengan tahapan kebutuhan PT SJR. Termasuk pembangunan processing plant dan infrastruktur serta fasilitas pendukungnya.

Rencananya, listrik untuk PT SJR kata Rudi akan disuplai langsung dari Gardu Induk terdekat yakni GI Empang atau GI Labuhan. Menyesuaikan dengan kondisi jaringan yang akan dibangun. PLN juga telah menyiapkan masterplan terkait pembangunan infrastruktur jaringan yang diperlukan, agar kualitas listrik yang disuplai dapat terpenuhi.

“Lebih cepat beroperasi, pastinya akan lebih baik. Karena multi layer effects yang ditumbulkan dari industri ini pasti akan sangat berdampak pada masyarakat sekitar,” tutur Rudi.

Saat ini, sistem kelistrikan Sumbawa memiliki cadangan daya sebesar 42 MW, yaitu dengan daya mampu sebesar 144,6 MW dan beban puncak 102,4 MW.

“Sebagaimana yang disampaikan Pak Gubernur, industrialisasi adalah salah satu penggerak ekonomi di NTB. Dan sesuai slogan BUMN “Hadir untuk Negeri”, PLN full support utk membangun NTB,” tandas Rudi. (kus/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks