alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Asrama Yonif 742/SWY Bisa Jadi Tempat Isolasi Terpadu

MATARAM-Alternatif untuk tempat isolasi mandiri terus bertambah. ”Kita sudah dapat tawaran dari Pak Danrem, kalau asrama Yonif di Gebang bisa digunakan,” kata Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi.

Tawaran Danrem tentu disambut baik Pemprov NTB. Apalagi lokasi isolasi terpadu untuk pasien positif Covid-19 masih belum terlalu banyak. Sehingga asrama Yonif 742/SWY bisa dimanfaatkan, ketika kasus positif di NTB terus mengalami kenaikan.

Kosongnya asrama Yonif, setelah sejumlah prajuritnya akan dikirim bertugas ke luar daerah selama sembilan bulan. Nantinya, pemprov akan memanfaatkan tempat tersebut, jika lokasi isolasi terpadu lainnya penuh.

Eka mengatakan, tren kasus positif di NTB cenderung naik selama beberapa pekan terakhir. Sehingga membutuhkan penambahan fasilitas isolasi terpadu. Terutama untuk pasien positif dengan gejala ringan.

”Kalau di asrama tentara justru lebih bagus. Disiplinnya tinggi. Yang isolasi juga gak akan berani keluar masuk di sana,” ujarnya.

Isolasi terpadu milik Pemprov NTB saat ini berada di Asrama Haji, Kota Mataram. Dengan fasilitas kamar sebanyak 48 unit. Yang sekarang ini difungsikan untuk penanganan pasien gejala ringan maupun sedang.

“Itu dipakai setelah tempat isolasi yang lain penuh. Kita punya alternatif tempat isolasi terpadu sekarang,” ucapnya.

Upaya peningkatan fasilitas penanganan covid, tidak saja dilakukan untuk tempat isolasi mandiri. Kapasitas tempat tidur untuk perawatan, di rumah sakit juga dilakukan. Salah satunya RSUP NTB, dengan penambahan lima tempat tidur. Untuk menangani pasien positif dengan kondisi berat.

Tempat tidur ICU yang masih minim, ditambah dengan terus bergeraknya kasus positif covid, membuat RSUP harus menambah kapasitas. Apalagi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta seluruh rumah sakit di NTB sudah menginstruksikan hal tersebut.

Penambahan dilakukan minimal 30 persen dari kapasitas yang ada. Kebijakan ini merupakan strategi Kemenkes. Dalam penanganan covid dari hulu ke hilir. Dengan melihat kondisi perkembangan kasus covid, yang beberapa pekan terakhir, terus mengalami kenaikan. Termasuk di NTB.

Kebijakan ini, berlaku tidak saja untuk rumah sakit pemerintah, tapi juga swasta. Dikes NTB nantinya akan berkoordinas dengan seluruh rumah sakit. Melihat berapa kemampuan mereka terkait penambahan tempat tidur di ruang isolasi Covid-19.

Eka mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan utama untuk provinsi, menjadi prioritas untuk menambah kapasitas tempat tidur di ICU. ”Kita berencana menambah lima tempat tidur lagi,” tuturnya.

Penambahan tempat tidur akan dibarengi dengan peralatan kesehatan. Termasuk dengan tenaga kesehatan, untuk bertugas di ICU. ”Perawatnya ini yang sedikit ada kendala, karena butuh keterampilan khusus. Kalau ruangan kan gampang, bisa kita sekat yang ada sekarang ini,” kata Eka. (dit/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks