alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Wartawan Diharapkan Menjaga Marwah dan Integritas

MATARAM-Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Mataram berakhir Minggu (21/1/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Dewan Pers dengan Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) selama dua hari ini diikuti 49 peserta dari berbagai media di NTB.

Ketua PWI NTB Nasrudin Zein mengatakan, wartawan yang telah mengikuti UKW memiliki tambahan wawasan dan ilmu. “Inilah pembeda antara wartawan yang telah mengikuti UKW dan tidak,” jelasnya.

Dia berpesan, wartawan harus menjaga adab dan sopan santun ketika bertemu dan mewawancarai narasumber. “Adab dan kesantunan itu berada di depan keilmuan, sehebat apa pun Anda, jika tidak ada sopan santun tidak bermakna,” terangnya.

Setelah mengikuti UKW, wartawan diharapkan bisa menjaga marwah dan integritas. “Ini bukan hanya pesan saya, tetapi semua penguji, jaga martabat dan integritas itu,” pungkas wartawan senior LPP RRI Mataram ini.

Direktur UKW dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Wahyudi M Pratopo menjelaskan, 49 peserta yang mengikuti UKW, dinyatakan kompeten. “Yang diuji dari pihak Moestopo ada 29 orang, dan yang diuji oleh tim Dewan Pers dan PWI ada 20 orang, alhamdulillah semuanya kompeten,” ungkapnya.

Menurut dia, antusiasme wartawan NTB dalam mengikuti UKW sangat tinggi. Namun karena keterbatasan kuota, pihaknya tidak bisa mengakomodir semuanya.

Bahkan wartawan di luar daftar peserta ada yang menghubungi tim, supaya menggelar UKW secara mandiri. “Kami siap bekerja sama dengan teman-teman di NTB, kalau diundang lagi untuk melaksanakan UKW, kami akan bersedia,” tandasnya.

Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun mengatakan, wartawan yang sudah dinyatakan kompeten punya tanggung jawab lebih besar. Namanya akan tercantum di situs resmi Dewan Pers. “Artinya anda sudah teridentifikasi oleh Dewan Pers. Anda sudah ada dalam pantauan,” tegasnya.

Sehingga jika terjadi pelanggaran berat, Dewan Pers bisa mempertimbangkan pencabutan kartu kompetensi wartawan bersangkutan. “Tolong dijaga, sekarang kita lebih sopan dan lebih beradab, karena kalau pelanggarannya berat, SIM (kartu sertifikasi) Anda bakal dicabut,” ujarnya.

Mewakili peserta UKW Fajar Rachmat memberikan apresiasi terhadap pihak penyelenggara UKW saat memberikan kesan dan pesan. Selama mengikuti UKW, wawasan keilmuannya bertambah. “PWI NTB, Dewan Pers sangat bertanggung jawab untuk peningkatan kompetensi anggotanya,” kata pemred Radar Sumbawa itu. (yun/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks