Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mempersiapkan Puasa Ramadan, Ramadan Bukan Hanya Menahan Lapar dan Dahaga

Lombok Post Online • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:20 WIB
TGH Muharrar Iqbal
TGH Muharrar Iqbal

LombokPost - “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Pembaca Lombok Post yang dirahmati Allah SWT. Insya Allah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa Ramadan yang diprediksi menurut hasil hisab Muhammadiyah akan jatuh pada 18 Februari. Namun, sambil menunggu ketetapan pemerintah, izinkan kami untuk menyampaikan beberapa pandangan terkait Ramadan yang akan masuki nantinya.

Ramadan adalah bulan mulia yang Allah siapkan sebagai madrasah rohani bagi orang beriman. Agar meraih hasil terbaik, Ramadan perlu disambut dengan persiapan, bukan sekadar menunggu kedatangannya.

Persiapan Iman dan Niat

Puasa Ramadan adalah ibadah yang agung dan wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan tujuan puasa adalah membentuk takwa. Maka, sejak sebelum Ramadan, kita perlu meluruskan niat dan memperbanyak taubat agar memasuki Ramadan dengan hati yang bersih.

Persiapan Ilmu

Memahami hukum-hukum puasa (syarat, rukun, sunnah, dan pembatalnya) adalah bagian dari kesempurnaan ibadah.

Ibadah yang benar harus dibangun di atas ilmu.

Persiapan Amal dan Akhlak

Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).

Hadis di atas mengingatkan bahwa kualitas puasa terletak pada pengendalian diri dan akhlak. Para ulama salaf bahkan berdoa selama berbulan-bulan agar dipertemukan dengan Ramadan. Ini menunjukkan betapa berharganya bulan ini bagi mereka.

Mari kita sambut Ramadan dengan taubat, ilmu, dan amal saleh. Semoga Allah menyampaikan kita ke bulan Ramadan dan memberi kemampuan mengisinya dengan ibadah terbaik. Wallohu’lam bisshawab. (*)

Editor : Kimda Farida
#ramadan #amal saleh #pengendalian diri #Madrasah #Bulan mulia