LombokPost – Anggota DPRD NTB Hulaemi punya kesibukan lain di luar jabatannya sebagai wakil rakyat. Ternyata ia adalah seorang peternak sarang burung walet.
Ia memiliki sarang walet di rumahnya di Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim).
"Budi daya walet ini hobi saya dari dulu sebelum jadi anggota dewan," kata Hulaemi kepada Lombok Post.
Ia sudah menggeluti budi daya walet sejak enam tahun terakhir. Dia membangun beberapa lokal bangunan untuk sarang walet dengan memanfaatkan area persawahan miliknya.
Di dalamnya berisi ratusan burung walet. Ia biasa memanen sarang walet setiap dua bulan sekali. "Kalau pas lagi beruntung lumayan hasilnya," ujarnya lalu tersenyum.
Diceritakan, sekali panen ia bisa menghasilkan 5-10 kilogram sarang walet.
Per kilogram rata-rata harganya Rp 10 juta. Artinya, bisa meraup Rp 50 juta sampai Rp 100 juta sekali panen.
Sehingga beternak burung walet bagi Hulaemi menjadi ladang cuan yang menjanjikan.
"Ini bisnis jangka panjang. Kita harus investasi dulu beberapa tahun sebelum bisa panen," tambah anggota Komisi II DPRD NTB itu.
Dia bilang, tidak ada salahnya mengajak masyarakat untuk mencoba beternak walet.
Khususnya yang memiliki kelebihan lahan yang jauh dari kebisingan. Sebab beternak burung walet memiliki rendah risiko.
Apalagi burung walet tidak mudah mati asalkan mendapatkan perawatan yang intensif.
"Saya jadi anggota dewan ini kan ladang pengabdian ke masyarakat saja. Tapi kalau urusan bisnis, saya jadi peternak dan bertani," pungkas politisi PAN itu.
Editor : Redaksi Lombok Post