Maresca hadir di Coverciano dalam upacara Panchina d'Oro (Bangku Cadangan Emas), sebuah ajang penghargaan bagi para pelatih terbaik. Dalam kesempatan tersebut, pelatih berkebangsaan Italia ini mengungkapkan rasa bangganya atas apresiasi yang diberikan oleh kolega seprofesinya.
"Ini suatu kehormatan," ujar Maresca kepada para awak media di lokasi.
"Pertama-tama, diakui di sini di Coverciano, kemudian untuk menggantikan pelatih seperti (Carlo) Ancelotti dan (Gian Piero) Gasperini, dan yang terpenting untuk mewakili sekolah kepelatihan Italia di luar negeri, yang selalu menyenangkan," lanjutnya.
Setelah sempat mencicipi kesuksesan di Inggris, spekulasi mengenai masa depan Maresca di Serie A mulai mencuat. Meski saat ini masih menetap di luar negeri, mantan asisten Pep Guardiola tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan untuk menukangi klub Italia di masa mendatang.
"Saya tidak mengatakan saya tidak akan kembali ke Italia. Saya hanya mengatakan bahwa saya telah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun dan masih berada di luar negeri saat ini. Kita lihat saja apa yang terjadi di masa depan," tutur Maresca menanggapi pertanyaan mengenai peluang melatih di Serie A.
Maresca juga memberikan pandangannya terhadap lanskap kepelatihan di Italia saat ini. Menurutnya, Serie A tetap menjadi wadah yang sangat kompetitif dan menjadi tempat pembelajaran yang baik bagi setiap manajer.
"Menurut saya, para pelatih di Italia, baik Italia maupun asing, adalah pelatih yang menarik dan dari mereka kita selalu bisa belajar sesuatu. Saat ini, ada pelatih-pelatih bagus di setiap negara," pungkasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah rumor ketertarikan sejumlah klub papan atas Italia yang tengah mencari sosok pelatih modern untuk musim depan. Keberhasilan Maresca membawa filosofi sepak bola menarik selama di Inggris menjadikannya salah satu kandidat yang diperhitungkan dalam bursa pelatih Serie A mendatang.
Editor : Redaksi Lombok Post