Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sisi Lain Lamine Yamal: Ingin Menikmati Hidup Normal sebagai Remaja 18 Tahun

Redaksi Lombok Post • Selasa, 10 Februari 2026 | 21:05 WIB

Lamine Yamal mengaku orang mulai menonton sepak bola lagi karena dirinya. Popularitas bintang muda Barcelona ini jadi sorotan.
Lamine Yamal mengaku orang mulai menonton sepak bola lagi karena dirinya. Popularitas bintang muda Barcelona ini jadi sorotan.
LombokPost – Wonderkid Barcelona dan tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, mengungkapkan keinginannya untuk tetap bisa menjalani kehidupan seperti remaja berusia 18 tahun pada umumnya. Di tengah sorotan tajam dunia terhadap karier profesionalnya, Yamal mencoba menjaga keseimbangan antara performa di lapangan dan kesehatan mental.

Meski banyak pihak di dunia sepak bola sempat mempertanyakan sikap profesionalnya di luar lapangan, Yamal menegaskan bahwa aktivitas normal adalah kuncinya untuk tetap tenang menghadapi tekanan media yang masif.


Dalam wawancaranya bersama ESPN, Yamal menceritakan bagaimana ia menghabiskan waktu luangnya dengan cara yang sangat sederhana di luar urusan si kulit bundar.

“Saya melakukan apa yang dilakukan remaja 18 tahun pada umumnya: bersantai dengan teman-teman, merawat adik saya, bermain video game, berjalan-jalan... hal-hal seperti itu,” ujar Lamine Yamal.

Bagi pemain lulusan La Masia ini, tidak memikirkan sepak bola secara terus-menerus justru membantunya tampil lebih lepas saat pertandingan tiba. Ia memilih untuk tidak terobsesi melakukan analisis berlebihan terhadap lawan sebelum laga dimulai.

“Saya berusaha bersama teman-teman dan menjalani hidup saya. Saya berusaha tidak fokus hanya pada sepak bola, tidak terus-menerus memikirkan pertandingan, atau menonton video bek sayap yang akan saya hadapi, tidak ada yang seperti itu,” tambahnya.

"Disconnect" demi Performa Maksimal
Strategi Yamal untuk menjaga performa adalah dengan melakukan "pemutusan hubungan" sementara dari dunia olahraga profesional begitu peluit panjang dibunyikan.

“Saya berusaha menikmati sepanjang hari dan saat di lapangan saya memberikan segalanya, tapi saat meninggalkan lapangan saya ingin menjauh dari sepak bola sebanyak mungkin,” tegasnya.

Hari Impian di Rocafonda
Ketika ditanya mengenai bagaimana ia akan menghabiskan waktu jika dirinya bukan seorang bintang terkenal, Yamal memimpikan hari yang sederhana di lingkungan masa kecilnya, Rocafonda.

"Pertama, saya akan sarapan di suatu tempat di teras. Siang harinya, saya akan bermain sepak bola di taman, misalnya di Pusat Olahraga Rocafonda," tutur Yamal membayangkan hari idealnya.

Ia menutup ceritanya dengan keinginan sederhana untuk sekadar berkumpul bersama kerabat dekat tanpa gangguan kamera.

“Kemudian saya akan naik sepeda atau skuter bersama teman-teman saya. Hal-hal biasa. And then I'd go for a ride on my bike or scooters with my friends. Normal things,” pungkasnya.

Meskipun statusnya kini adalah salah satu pesepak bola paling bernilai di dunia, kerendahan hati dan keinginan untuk tetap "membumi" menjadi sisi inspiratif dari seorang Lamine Yamal.

Editor : Redaksi Lombok Post
#lamine yamal #Barcelona