Mantan bintang Barcelona dan Arsenal tersebut menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun fondasi yang kuat bagi klub milik pengusaha Indonesia tersebut.
Pernyataan ini muncul untuk meredam klaim yang menyebutkan bahwa Fabregas akan meninggalkan Como pada akhir musim demi mengejar karier di klub dengan reputasi lebih besar.
Dalam wawancaranya bersama DAZN, Fabregas mengungkapkan dedikasi totalnya untuk proyek yang sedang ia jalankan di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Fokus pada Proses dan Keberlanjutan
Fabregas menilai bahwa ambisi yang tidak terukur justru dapat merusak karier seorang pelatih. Ia memilih untuk bersikap realistis dalam menetapkan target bagi timnya.
"Saat ini, saya akan memberikan hampir seluruh hidup saya untuk Como. Saya tidak memikirkan hari esok. Saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya, tetapi dengan cara yang cerdas. Ambisi yang tidak masuk akal bisa menjadi berbahaya. Saya tidak bisa mengatakan saya ingin memenangkan Liga Champions; itu dangkal. Waktu sangat penting," ujar Fabregas.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyoroti fenomena pelatih yang terburu-buru mengambil keputusan untuk pindah ke klub besar namun gagal bertahan lama.
"Banyak orang pergi ke klub besar dan pergi dalam tiga minggu. Saya sangat tenang," tuturnya menekankan pentingnya kematangan dalam berkarier.
Membangun Warisan di Como
Meski Como terus menunjukkan perkembangan, Fabregas enggan memberikan janji-janji berlebihan mengenai gelar juara. Baginya, konsistensi taktik dan ideologi permainan jauh lebih penting daripada ambisi instan.
"Kami tidak pernah membicarakan tentang memenangkan Scudetto atau Liga Champions; tidak ada ruang untuk itu. Saya percaya pada kerja keras, pada memiliki ide... Jika Anda dapat menemukan motivasi untuk berkembang, apa pun mungkin terjadi," katanya.
Menanggapi kekalahan telak 0-4 dari Inter Milan beberapa waktu lalu, Fabregas tetap pada pendiriannya untuk tidak mengubah filosofi permainan tim secara reaktif.
"Kami kalah 4-0 dari Inter, tetapi kami tidak boleh berpikir untuk mengubah segalanya; sebaliknya. Kami perlu meningkatkan diri, yang berbeda. Saya bermimpi meninggalkan warisan yang dapat dilanjutkan oleh mereka yang datang setelah kami di jalan yang telah kami mulai," pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post