alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Virus Korona, Dua Mahasiswi Asal Bima Masih Bertahan di China

KOTA BIMA-Pemerintah Indonesia mencatat masih ada 234 mahasiswa Indonesia yang masih bertahan di sejumlah wilayah di China saat virus corona melanda. Tiga diantaranya, adalah mahasiswi asal Kota Bima. Yakni, DA, AS dan RN. Dari tiga mahasiswi tersebut, hanya AS yang memilih pulang ke kampung halamannya.

“Saya pulang bukan karena virus korona, tapi kangen sama orang tua. Kebetulan lagi libur musim dingin,” kata AS via whatsApp, kemarin.

AS, merupakan mahasiswi Universitas Nantong, Provinsi Jiangsu China. Alumni SMAN 4 Kota Bima ini tiba di kediamannya di Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda pada 7 Februari lalu dalam kondisi sehat.

Ia terbang menggunakan pesawat dari Bandara Shanghai China bersama sejumlah mahasiswa lain. Sebelum terbang, ia menjalani pemeriksaan kesehatan sebanyak tiga kali. Mulai dari asrama kampus, bandara Sanghai dan di Indonesia. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan yang bersangkutan tidak terjangkit virus korona.

“Alhamdulillah, saya dinyatakan sehat. Karena kalau tidak sehat, maka akan diisolasi dan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Sejak akhir Desember hingga awal Februari, ia dan dua temannya terpaksa mengurung diri di asrama. Mereka dilarang keluar akibat wabah korona. Kalaupun keluar, karena pergi belanja di mini market terdekat.

“Di asrama kita tetap melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan memakai masker,” katanya.

Sejak virus korona mewabah, kampus tempatnya kuliah sementara ditutup. Bahkan Kota Jiangsu yang biasanya ramai, mendadak jadi sepi dan jalanan lengang. Aktifitas angkutan umum juga dihentikan sementara oleh pemerintah Jiangsu.

“Saya ke bandara kemarin saja pakai taxi, karena bus tidak beroperasi,” kata AS.

AS belum bisa memastikan sampai kapan tinggal di Kota Bima. Untuk kembali ke Cina ia masih menunggu pengumuman dari pihak kampus.

“Sebenarnya tanggal 24 Februari lalu kita sudah masuk kuliah. Tapi, sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut dari kampus,” jelasnya.

Jarak Jiangsu dan Kota Wuhan, kata AS cukup jauh. Sekitar 700 kilometer lebih. Meski demikian, pemerintah Jiangsu tetap membatasi aktivitas warganya di luar ruangan dan berkumpul dengan banyak orang. Pihak kampus juga mengimbau untuk mengurangi interaksi dengan orang lain sebagai bentuk pencegahan.

“Di pusat kota, kendaraan pribadi sudah tidak boleh melintas. Keluar jalan-jalan di tempat keramaian itu dilarang keras,” sebutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan logistic, kata dia, sudah terpenuhi dari asrama. Termasuk persediaan masker untuk kebutuhan sehari-hari.

Hingga saat ini, AS tetap menjalin komunikasi dengan dua temannya di Jiangsu. Mereka saat ini dalam kondisi sehat dan tinggal bersama para mahasiswa lainnya di asrama.

Di Universitas Nantong tempat ia kuliah, jumlah mahasiswa asal Indonesia sedikit. “Ada dari Jawa, dan Jakarta. Tapi tak banyak,” kata AS.

Semenjak virus korona mewabah, Kota Jiangsu dan beberapa kota lain di Cina terisolasi. Meski tidak separah Kota Wuhan. Mereka harus tetap waspada dan menjaga kesehatan agar tidak tertular virus yang masih belum ditemukan obatnya itu.

“Rasa takut tetap ada,” kata mahasiswi semester empat ini Jurusan Bisnis ini.

Sementara Kepala SMAN 4 Kota Bima Siti Maryatun mengaku, tetap melakukan komunikasi rutin dengan mantan siswanya itu. “Alhamdulillah mereka baik-baik saja di China,” kata Maryatun.

Tahun 2018, sebanyak 7 siswa lulusan SMA Negeri di Kota Bima berhasil meraih beasiswa ke Cina. Lima dari mereka merupakan lulusan SMAN 4 Kota Bima.

Dari 7 siswa tersebut, 3 orang lulus di  jurusan pendidikan dokter dan 4 pada jurusan bisnis. Hanya saja, dari 7 siswa tersebut hanya 3 yang bertahan dan melanjutkan pendidikan ke Universitas Nantong, Jiangsu China.

Sedangkan empat lain memilih mundur. Termasuk tiga siswa yang lulus di jurusan pendidikan dokter. Karena pemerintah hanya menanggung beasiswa separuh dari kebutuhan mahasiswa jurusan kedokteran. Hal ini berbeda dengan jurusan lain, di mana ditanggung hingga selesai kuliah. Termasuk biaya makan, kuliah dan uang saku.

“Sementara satu orang lain di jurusan bisnis memilih kuliah di Indonesia. Kebetulan saat itu dia mendapatkan dua beasiswa sekaligus,” kata Maryatun. (jw/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks