alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pemkot Bima Sosialisasi Bahaya Rabies

KOTA BIMA-Mengantisipasi penyebaran virus rabies, Dinas Pertanian bersama Bagian Kesra Kota Bima menggelar sosialisasi pengendalian dan pemberantasan rabies. Sosialisasi digelar di aula Dinas Pertanian, kemarin (5/3). Kegiatan dibuka Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesra, Kemasyarakatan, dan SDM Kaharuddin.

Kabag Kesra H Abdul Wahid menjelaskan sasaran sosialisasi ini adalah para camat, lurah, UPTD, kepala sekolah, unsur puskesmas dan kelompok ternak. Tujuannya memberikan pemahaman serta menumbuhkan kesadaran masyarakat, tentang penyakit rabies.

“Termasuk bahayanya,  serta bagaimana melakukan  pencegahan dan pemberantasan,” jelasnya.

Menurutnya masyarakat harus turut serta mencegah mewabahnya rabies. Misalnya dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan. Serta ikut mengeliminasi anjing-anjing liar.

Kadis Pertanian Kota Bima Hj Rini Indriani mengimbau masyarakat, agar berhati-hati terhadap gigitan hewan. Khususnya, terhadap hewan peliharaan seperti, anjing, kucing dan monyet.

“Ciri-ciri rabies atau anjing gila yaitu, matanya melotot, kukunya panjang dan lendirnya kental. Hewan seperti ini yang harus diwaspadai,” jelas Rini.

Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit rabies di Kota Bima telah dilakukan melalui sosialisasi rutin. Mulai dtingkat kecamatan hingga kelurahan.

Kasus rabies di NTB pertama kali muncul di Kabupaten Dompu. Sejauh ini korban terkena gigitan hewan penular rabies sebanyak 735 orang. Dari jumlah tersebut, 32 sampel teridentifikasi positif rabies. Enam orang di antaranya meninggal dunia.

Menyusul Kabupaten Sumbawa dinyatakan KLB rabies, setelah 27 warga setempat terkena gigitan anjing. Empat  sampel di antaranya teridentifikasi positif rabies.

Menurut data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, kasus gigitan anjing juga terjadi di Kabupaten Bima. Dengan jumlah gigitan sebanyak 30 orang. Sementara di Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat masing-masing 7 orang terkena gigitan anjing. (tin/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks