alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Polres Dompu Sebut Pelaku Berkali-kali Gauli Anak Sendiri

DOMPU-Satreskrim Polres Dompu terus mendalami kasus dugaan pemerkosaan oleh seorang ayah terhadap anak kandungnya. Sudah ada empat saksi yang diperiksa. Yakni,  ibu korban, korban, paman korban dan kepala dusun.

“Sementara baru empat  saksi. Kita targetkan 6 saksi. Termasuk adik korban berusia 12 tahun yang konon pernah melihat langsung aksi pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polres Dompu, IPTU Ivan Roland Christofel kepada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin (5/6).

Pihaknya akan terus menggali berbagai informasi terkait pemerkosaan di Desa Mumbu, Kecamatan Woja tersebut. Termasuk keterangan dari pelaku, NS. Pelaku belum bisa diperiksa, karena masih sakit akibat diamuk warga.

“Sembari menunggu kondisi NS membaik, sekarang kita sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi lain,” ujar mantan Kapolsek Pemenag Kabupaten Lombok Utara ini.

Dari empat saksi itu, korban adalah saksi pertama yang diperiksa. Dari pengakuannya, korban mengaku sudah sering kali digauli ayahnya. Saking seringnya, korban bahkan lupa berapa kali ia diperkosa.

Kejadian pertama kali dilakukan di rumah kontrakan mereka di Kalimantan. Saat itu, korban mengaku terpaksa melayani nafsu bejat pelaku, karena diancam. “Saat itu korban masih berusia 12 tahun,” sebut Ivan.

Setelah pindah ke Dompu tahun 2017, aksi bejat pelaku menodai kesucian putri sulungnya itu terus berlanjut. Kebanyakan pelaku melancarkan aksi setiap tengah malam, sekitar pukul 01.00 Wita. Saat anggota keluarga lain terlelap tidur. Terkadang juga dilakukan ketika istrinya sedang ke luar rumah.

“Selama ini korban hanya bisa pasrah saat dicabuli ayah kandungnya, lantaran tersangka dikenal sebagai sosok yang tempramental. Ia bahkan sering berbuat kasar kepada istrinya,” katanya.

Selama ini kehidupan keluarga mereka baik-baik saja. Bahkan, sang istri mengaku tidak manaruh curiga sedikitpun dengan kelakuan suaminya. Terlebih pada perubahan kondisi fisik korban.

“Ibu korban baru mengetahui kasus tersebut setelah mendengar pengakuan langsung korban,” jelasnya.

Aksi bejat pelaku terbongkar pada Selasa malam (2/5). Berawal dari kecurigaan seorang paman korban, Syafruddin terhadap kondisi korban. Diperkuat lagi sang paman mendapat informasi dari warga atas perbuatan bejat NS.

“Saat itu paman dan ibu korban mengajak korban ke rumah kepala dusun. Setelah diinterogasi, korban menceritakan semua perbuatan ayahnya,” tutur bapak dua anak ini.

Aksi pengeroyokan pelaku oleh warga saat itu, sebenarnya tidak terjadi. Hanya saja, pelaku berontak, melawan dan hampir menganiaya seorang warga ketika dijemput baik-baik oleh warga.

“Sebenarnya saat itu warga menjemput pelaku dengan baik-baik di rumahnya agar menyerahkan diri ke Polsek Kota. Tapi, dia melawan. Sehingga jadi bulan-bulanan warga,” terang Ivan.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Dompu. Dia belum bisa dilakukan pemeriksaan, karena kondisinya belum membaik. (jw/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks