alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Positif Korona Tenaga Kesehatan di Kota Bima Merasa Ditelantarkan

KOTA BIMA-Tenaga kesehatan (Nakes) yang diisolasi di PKM Paruga beberapa waktu lalu merasa ditelentarkan. Para mengaku tidak mendapat pelayanan maksimal selama isolasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kota Bima Azhari angkat bicara. Dia menuding jika para Nakes itu melanggar prosedur. Sehingga tidak bisa dilayani.

“Sebenarnya ada kekeliruan soal persepsi pelayanan tersebut. Mereka harusnya isolasi mandiri di rumah masing-masing bukan di PKM. Itu aturannya. Tapi Nakes yang positif Covid malah memilih isolasi mandiri di PKM,” terangnya, Kamis (6/8).

Parahnya lagi kata dia, mereka menelpon dirinya meminta untuk diberikan makan. Kalau secara pribadi, permintaan itu akan dilayani dengan memberikan sumbangan  secara sukarela. Tapi kalau melalui anggaran Covid-19, tidak bisa. Karena mereka tidak isolasi mandiri di rumah. “Nanti kita bisa dituntut sama orang-orang yang diisolasi mandiri di rumah. Karena status Nakes itu isolasimandiri,” terangnya.

Sebanyak 25 orang Nakes yang diisolasi mandiri di PKM Paruga waktu itu, mereka menentukan sendiri masuk dan keluar. Padahal  yang boleh menyatakan mereka sembuh dan boleh keluar, hanya dokter. “Iya itu memang kesalahan Dikes yang tanda tangani mereka agar keluar saat isolasi di PKM Paruga. Tapi perlu diketahui, bukan saya yang tanda tangani urat dari Dikes itu, saya lagi tugas dinas di Mataram,” tuturnya.

Saat mereka keluar pun sambungnya, para Nakes tidak mau di-tracking, padahal itu Protap yang harus dilakukan. Termasuk tracking untuk anggota keluarga mereka. “Mereka semaunya menentukan Protap. Bahkan sudah disarankan untuk isolasi di RS Darurat, tapi tidak mau. Para Nakes ini tidak memberi contoh yang  baik pada masyarakat,” tudingnya.

Seharusnya, ketika hasil Swab mereka dinyatakan positif, para Nakes tidak boleh tidur di PKM Paruga. Tapi di RS Darurat yang sudah ditunjuk pemerintah. Tapi mereka tidak mau mengikuti ketentuan.

Ditanya soal desakan dari para Nakes meminta dirinya dicopot dari kepala dinas kesehatan?. Azhari menanggapinya dengan santai. Soal pergantian jabatan itu kata dia, urusan Baperjakat. Hanya saja dia merasa perihatin melihat aksi para Nakes tersebut, tanpa ada pertemuan atau diskusi sebelum turun aksi. “Kan bisa bicara baik baik,” katanya, Kamis (6/8).

Dia menilai ada dua alasan kenapa para Nakes itu menggelar aksi. Pertama, ada yang merasa kecewa karena dimutasi. Kedua, soal pelayanan terhadap para Nakes positif Covid-19 yang diisolasi di PKM Paruga. Karena merasa tidak diberikan pelayanan secara maksimal. (tin/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks