alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Miris, Kakek Renta Tinggal di Gubuk Reot

KOTA BIMA-Ada pemandangan miris di tengah gemerlapnya kehidupan kota.  Seorang kakek renta, tinggal di gubuk reot. Dinding bagian depan rumahnya terbuat dari bedek sudah lapuk karena dimakan usia.

Kakek renta itu bernama Yusuf Rume, 80 tahun, atau akrab disapa Ama Sao.  Ia menetap  di RT 15, RW 05, Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota. Di gubuk reot itu, Ama Sao tinggal seorang diri. Isterinya sudah lama meninggal dunia.

Tragisnya lagi, Ama Sao sudah tidak bisa berjalan, karena kakinya cacat. Matanya sudah rabun, sama sekali tidak bisa melihat.

Praktis, sehari-hari ia hanya berdiam berada dalam gubuk tersebut. Tidak bisa melakukan aktifitas apapun. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia bergantung pada bantuan keluarga atau tetangga sekitar

Wartawan yang mengunjunginya kemarin (8/3), bertemu dengan Siti Si’ah, 40 tahun, yang mengaku sebagai keluarga Ama Sao. Dikatakan, Ama Sao telah menampati rumah kecil itu sejak puluhan tahun lalu.

“Selama ini, ia tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah,” tutur Siti.

Ama Sao, kata Siti, tidak memiliki anak. Setelah isterinya meninggal, hanya hidup sendiri. Tidur hanya beralaskan tikar.

“Saat waktu makan, saya datang antarkan makanan dan minuman.  Kadang tetangga sekitar juga membawakan makanan,” ujarnya.

Dia berharap, adanya perhatian pemerintah. Supaya dimasa tuanya Ama Sao bisa menempati rumah yang lebih layak. (tin/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks