alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Buat Keributan di Rutan Bima, Bang Jago dan Enam WBP Dipindah

KOTA BIMA–Keributan kembali terjadi di Rutan Kelas IIB Bima. Kali ini dilakukan oleh sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diduga dimotori seorang narapidana kasus narkoba Haerul Alias Bang Jago.

Sebelumnya, Bang Jago sempat viral beberapa waktu lalu karena merayakan ulang tahun di sel tahanan Polres Bima. Perayaan ulang tahunnya itu diposting salah satu akun Facebook dan viral. Akibat ulahnya tersebut, sejumlah petugas jaga saat itu dicopot.

Pascakejadian, Bang Jago kembali berulah di Rutan Kelas IIB Bima dengan memprovokasi WBP lain. Akibat keributan tersebut, enam tahanan diamankan. Selanjutnya mereka dipindahkan sel tahanan Polsek Rasanae Barat dan Lapas Praya Lombok Tengah. “Hanya Bang Jago yang dipindahkan ke sel tahanan Polsek Rasanae Barat. Lima orang lain di Lapas Praya,” jelas Kepala Rutan Kelas IIb Bima M Saleh, kemarin.

Baca Juga :  24 Nakes Positif Korona, RSUD Bima Setop Terima Pasien Baru

Keributan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 Wita, Jumat (29/4). Diawali oleh reaksi Bang Jago yang meminta bertemu dengan anaknya pada saat jam titipan sore. Namun petugas P2U tidak memperbolehkan karena adanya surat edaran berupa larangan kunjungan tatap muka langsung selama pandemi Covid 19. “Memang aturannya seperti itu di seluruh Indonesia. Kami juga tidak ingin ambil resiko hanya karena menuruti keinginan yang bersangkutan. Ini yang mesti kita jaga,” tegas dia.

Mendapat penolakan, bandar narkoba ini langsung memprovokasi WBP lain untuk membuat keributan. Mendengar hal tersebut, komandan jaga dan anggota melakukan pendekatan persuasif sambil melaporkan situasi pada Kepala KPR yang saat itu sedang berada di aula belakang Rutan.

Baca Juga :  Kasus Relokasi Lahan Banjir Kota Bima, Dua Terdakwa Divonis Berbeda

Kepala KPR langsung mengumpulkan tahanan di lapangan Rutan untuk diberikan arahan dan pembinaan. Sekaligus menjelaskan terkait adanya edaran larangan kunjungan tatap muka selama pandemi Covid 19.

Namun, Bang jago dan sejumlah WBP lain mengabaikan penjelasan itu. Mereka mengamuk dan tetap berupaya memprovokasi WBP lain untuk melawan.

Melihat kondisi tersebut, Kepala KPR langsung mengamankan enam WBP tersebut ke Polres Bima Kota untuk mengantisipasi keributan susulan. “Dari enam orang tersebut, dua masih berstatus tahanan dan empat orang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (Narapidana),” sebut Saleh. (jlo/r8)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/