alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Harga Jual Anjlok, Petani Jagung di Bima Menjerit

BIMA-Harga jual jagung di Kabupaten Bima anjlok. Ketimbang rugi, para petani pun memilih menampungnya sambil menunggu harganya membaik.

Ahmad, warga Desa Kala Kecamatan Donggo mengaku petani rata-rata belum mau menjual jagung  karena harganya turun. Masalahnya kata dia, dengan harga jual Rp 2.800 hingga Rp. 2.900 per kilogram, petani rugi. Tidak bisa menutup biaya produksi.

Untuk biaya produksi jagung pada lahan seluas  satu hektare berkisar Rp 13 juta hingga Rp 17 juta. Sementara hasil produksinya sekitar 5 hingga 6 ton, untuk ukuran lahan di Donggo.

‘’Kalau petani murni, biaya produksi untuk lahan satu hektare atau dengan bibit 20 kilogram itu, sekitar Rp 12 juta hingga Rp 13 juta. Sementara bagi petani yang menggunakan tenaga orang lain, biaya produksinya lebih tinggi, sekitar Rp 15 hingga Rp 16 juta,’’ bebernya.

Dengan harga jagung sekarang, sebutnya, bisa dihitung biaya produksi dengan hasil yang diperoleh.  Hasil 5 ton dikalikan harga jual Rp 2.900 per kilogram, hanya dapat Rp 14,5 juta.

 

‘’Angkanya jauh. Padahal rata-rata petani meminjam uang bank. Belum lagi untuk kelanjutan hidup mereka satu tahun ke depan, kemudian modal untuk musim tanam berikutnya,’’ beber bapak tiga anak ini.

Hal itu yang mendasari kenapa para petani memilih menyimpan jagung mereka dan menunggu harga membaik. Sehingga ketika ada aksi demo dilakukan Laskar Tani beberapa waktu lalu di Kantor Pemkab Bima, petani di Donggo dan Soromandi sangat mendukung. Berharap ada perhatian pemerintah dengan anjloknya harga jagung saat ini.

‘’Kita berharap harga jual jagung itu sekitar Rp 3.400 hingga Rp 3.500 per kilogram. Supaya ada keuntungan bagi petani dan mereka bisa melanjutkan hidup hingga musim hujan berikut,’’ harapnya.

Saat ini kata dia, petani memilih menjual jagung mereka langsung ke perusahaan. Karena harga belinya agak tinggi, Rp 3.100 per kilogram. Meski tidak ada untung, paling tidak mereka tidak rugi banyak.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pertanian Kecamatan Donggo, Abdul Rauf juga mengaku, banyak petani yang belum menjual jagung mereka. Sebagian lain juga masih ada yang sedang panen.

Alasannya kata dia, selain menunggu bulan Ramadan berakhir, juga berharap ada kenaikan harga jagung. Karena harga jual jagung ditingkat petani berkisar  Rp 2.800 hingga 2.900 perkilogram. Praktis, harga itu tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

Anjloknya harga jual jagung diakui sebagai dampak dari pandemi korona. Perusahaan yang biasa menampung jagung petani, sementara membatasi pembelian.

‘’Kita berharap, harga jagung segera membaik supaya kesejahteraan petani juga meningkat,’’ harapnya.

Menyinggung tingkat produksi jagung tahun ini dibanding tahun lalu, diakui  untuk wilayah Kecamatan Donggo meningkat. Perbandingan hasil produksi itu katanya dilihat dari hasil panen petani dengan jumlah bibit yang sama. Misalnya, dengan bibit 20 kilogram, petani bisa panen 5 hingga 6  ton.

‘’Untuk hasil produksi jagung di Kecamatan Donggo tahun ini meningkat. Meski peningkatan itu tidak besar,’’ bandingnya.

Jauh dibandingkan  hasil produksi jagung di wilayah Kecamatan Soromandi. Penurunanya sekitar 50 persen. Perbandingan itu dilihat dari bibit 20 kilogram yang ditanam. Petani di Soromandi hanya dapat hasil sekitar 2 hingga 3 ton.

Menurunnya produksi jagung di Soromandi, selain karena faktor alam. Tanaman jagung sempat diserang penyakit antraks. (gun/r8)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks