alexametrics
Selasa, 27 September 2022
Selasa, 27 September 2022

Stok Vaksin Menipis, Wabah PMK Menjalar ke Desa Lain di Bima

BIMA-Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bima kian meluas. Wabah yang menyerang ternak berkuku belah ini ditemukan di beberapa desa di Kecamatan Bolo. “Sampai hari ini (kemarin) sudah menyebar ke desa desa lain lagi,” kata Kepala UPT Dinas Peternakan Kecamatan Bolo Herman, kemarin.

Wabah PMK ini diketahui sudah menjalar di Desa Leu, Kara, dan Sondosia. Untuk Desa Leu saja sekitar empat sapi yang terkonfirmasi positif PMK. ’’Untuk desa lain masih didata,’’ jelasnya.

Menurut dia, faktor utama meluasnya penyebaran PMK ini karena aktivitas perdagangan hewan ternak lokal. “Setiap hari ada belasan kali lalu lintas perdagangan ternak sapi. Sapi dibeli dari Dompu mampir di Tambe, kemudian diambil lagi oleh pedagang lain,” terangnya.

Baca Juga :  Kota Bima Darurat Kekeringan, 21 Kelurahan Terdampak

Apabila aktivitas perdagangan ternak dapat dihentikan sementara waktu, dia yakin, lonjakan kasus PMK bisa diproteksi dan dikelola dengan wajar. “Awalnya virus PMK kita deteksi di Tambe dan sapi yang terjangkit kita lokalisasi. Sekarang sudah muncul di desa-desa lain lagi. Kalau tidak dibawa ternak dagangan, apalagi penyebabnya,” cetus dia.

Herman khawatir wabah PMK semakin meluas. Terlebih lagi, stok vaksin sudah menipis. “Jumlah stok vaksin masih sangat jauh dari jumlah hewan ternak yang terdata di Kecamatan Bolo. Andaikan ada yang menjual bisa kita beli vaksinnya,” kata dia.

Sebagai upaya antisipasi penyebaran PMK, pihaknya hanya bisa melakukan semprot desinfektan dari kandang ke kandang dan menyuntik antibiotik dan vitamin. “Saat kita turun sosialisasi dari desa ke desa, kadang peternak langsung minta kita vaksin sapi mereka. Sementara kita tidak punya stok vaksin yang banyak,” ucapnya.

Baca Juga :  Kontrak Diputus, Pengelola Parkir RSUD Dompu Melawan

Dia khawatir penyebaran virus PMK ini tidak mampu dikendalikan lagi. Karena itu, keterlibatan pihak lain sangat diharapkan untuk mencegah agar ternak tidak keluar masuk untuk sementara waktu.

’’Untuk ternak yang sudah dinyatakan positif secara gejala, diberikan suntikan antibiotik. Bagi ternak yang masih terlihat sehat diberikan suntikan vitamin untuk kekebalan imun tubuh ternak,’’ tambah dia. (man/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/