alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Muamar Dibunuh saat Terlelap

KOTA BIMA-Satreskrim Polres Bima Kota melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan sadis, yang terjadi bulan lalu di Lingkungan Lewisape. Rekonstruksi digelar di Mapolres Bima Kota kemarin (15/2) untuk menghindari reaksi keluarga korban. Dalam rekonstruksi tersebut, terduga pelaku memperagakan 34 adegan.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Grup), dalam rekontruksi tersebut, tersangka FM memperagakan proses pembunuhan terhadap Muamar. Rekontruksi tersebut disaksikan jajaran Polres Bima Kota dan Kejaksaan Negeri Bima. Juga disaksikan oleh puluhan warga, baik masyarakat umum maupun dari pihak keluarga Muamar.

Adegan awal, korban dan temannya M Naufal berada dalam kamar rumah H Yakub. Beberapa menit kemudian, mereka ke luar untuk membeli nasi goreng di Kelurahan Paruga.

Setelah itu, mereka pulang kembali ke rumah H Yakub dan makan nasi goreng bersama. Setelah makan, Naufal langsung tertidur. Sedangkan korban, berkomunikasi dengan pacarnya, Rini Astuti melalui telepon seluler. Menurut Rini yang juga hadir saat rekonstruksi,  telepon terputus pukul 01.46 Wita.

Adegan selanjutnya, pelaku ke luar dari warnet untuk membeli rokok di kios milik H Yusuf. Di tengah jalan menuju kios, pelaku menengok rumah H Yakub untuk melihat kondisi rumah. Kemudian melanjutkan niatnya untuk membeli rokok.

Sepulang dari kios, sambil membakar dan mengisap rokok,  pelaku tidak kembali ke warnet. Tapi  menuju rumah H Yakub dan langsung masuk dalam rumah. Setelah masuk rumah, pelaku menuju kamar tempat korban tidur. Sejenak, pelaku duduk di kursi sambil santai mengisap rokok dan melihat korban yang sedang tidur lelap.

Kemudian pelaku menuju dapur rumah H Yakub, untuk mengambil pisau kater yang berada di atas meja makan. Kembali dari dapur, pelaku mengambil bantal untuk menutupi muka korban dan menduduki bantal tersebut di atas wajah korban. Dengan gerakan yang cepat, pelaku langsung membunuh korban dengan sadis. Saat dibunuh, korban sempat meronta dan berusaha menarik pelaku.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku menuju rumah untuk mencuci tangan dan pisau kater. Setelah itu, pelaku membakar baju dan celananya. Sedangkan pisau, disembunyikan di kandang ayam. Setelah itu pelaku mengganti pakaian dan kembali ke warnet, untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai penjaga warnet.

Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu Akmal Novian Reza mengatakan, dari rekontruksi tersebut, ada 34 adegan yang diperagakan. Setelah proses rekontruksi selesai, pihaknya akan melengkapi berkas untuk dikirim ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami hanya menetapkan satu orang pelaku,” ujarnya. (tin/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks