alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Kasus Wawali Bima, Polisi Tunggu Hasil Penelitian Jaksa

MATARAM-Berkas tersangka pelanggaran izin pembangunan jetty di Teluk Bonto, Kota Bima, Fery Sofyan sudah rampung. Polres Bima Kota tinggal menunggu hasil penelitian berkas dari jaksa peneliti.

Hasil penyidikan, wakil wali kota Bima itu diduga menjadi dalang pembangunan dermaga yang terletak di Kelurahan Kolo, Asakota, Kota Bima, tersebut. ”Tersangka (Fery Sofyan, Red)  yang menyuruh membangun. Meskipun dermaga itu tidak mengantongi izin,” kata Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tedjo Wicaksono saat ditemui di Mapolda NTB, Selasa (16/2/2021).

Unsur pasal yang digunakan untuk menjerat tersangka dianggap sudah terpenuhi. Penyidik menerapkan pasal 109 juncto pasal 36 ayat 1 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungn dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.  ”Menurut kami unsur pasal itu sudah terpenuhi dari bukti dokumen dan saksi yang sudah diperiksa,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Rapid Test Reaktif, Tujuh Alumni Ijtima Ulama Gowa di Dompu Jalani Karantina

Di dalam pasal 36 ayat (1) disebutkan setiap usaha dan atau kegiatan yang memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) atau Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) wajib memiliki izin lingkungan. Izin lingkungn tersebut diterbitkan menteri, gubernur, atau bupati/wali kota sesuai kewenangannya. ”Tetapi, dermaga yang dibangun Fery itu sama sekali tidak memiliki izin lingkungan,” kata dia.

Apalagi, berdasarkan keterangan ahli menyatakan, dermaga yang dibangun sebagai akses penghubung dengan vila milik pribadinya itu menyalahi aturan. Fatalnya lagi, dermaga itu merusak lingkungan. “Dari keterangan ahli menyatakan, akibat pembangunan itu memunculkan kerugian ekonomi dan kerugian ekologi,” paparnya.

Jadi, bukan polisi yang menyatakan merusak lingkungan. Melainkan ahli. ”Kalau ahli bilang sudah ada kerusakan, ya harus diproses hukum,” kata dia.

Baca Juga :  Tak Bisa Belajar Daring, Murid SD di Kota Bima Pilih Jualan Kacang

Saat ini penyidik masih menunggu hasil penelitian dari jaksa peneliti. Jika ada petunjuk dari jaksa peneliti, penyidik bakal berupaya melengkapinya. ”Tunggu saja seperti apa petunjuk jaksa. Jika tidak ada petunjuk dimungkinkan kasus itu bisa P-21 (dinyatakan lengkap),” jelas Haryo.

Haryo mengatakan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Fery tidak ditahan. Penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanannya. ”Kita tidak tahan atas pertimbangan subjektif,” ujarnya.

Sebelumnya, Fery Sofyan mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Bima. Dalam petitumnya, penetapan tersangka terhadap dirinya tidak sah serta memohon penghentian penyidikan. Namun, hakim tunggal Horas El Cairo Purba menolak permohonan Fery. “Hasil praperadilan itu juga menjadi bukti kuat kalau penetapan tersangka itu sudah kuat,” pungkasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/