Rabu, 8 Februari 2023
Rabu, 8 Februari 2023

Tuntut Gaji 31 Bulan Dibayar, Karyawan Segel Kantor PDAM Bima

KOTA BIMA-Puluhan karyawan menyegel kantor PDAM Bima. Penyegelan ini bagian dari penuntutan pembayaran gaji. Bayangkan, selama 31 bulan gaji mereka belum juga dibayar.

Direktur PDAM Bima Khairudin dikonfirmasi soal penyegelan itu menanggapinya dengan santai. Kendati diakui aksi itu sebagai kesalahan fatal. ‘’Seharusnya mereka (karyawan PDAM)  turun aksi ke jalan atau menyegel Kantor DPRD Kabupaten Bima, terutama ruang komisi dua,’’ kata Khairudin, Kamis (15/4).

Kalau karyawan PDAM menyegel ruangan komisi 2 DPRD Kabupaten Bima, dia pun akan turun. Ambil bagian pada aksi tersebut. Komisi 2 DPRD Kabupaten Bima, tuding Khairudin, sebagai biang masalah. Tidak membahas dan mengetok Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal untuk PDAM yang diusulkan tahun 2020 lalu.

Baca Juga :  Masih Ada Genangan, Korban Masih Mengungsi

Komisi 2, lanjut Khairudin,  mengaitkan anggaran penyertaan  untuk PDAM dengan persoalan politik.  Yakni untuk kepentingan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bima. “Padahal faktanya tidak begitu. Malah  PDAM setiap tahun, dua kali diaudit oleh BPK. Kalau ada penyimpangan pasti terbongkar,” katanya.

Dampak tidak memiliki Perda pernyataan modal, PDAM sulit mendapat suntikan anggaran dari pemerintah maupun dari pihak lain. Imbasnya, gaji karyawan sudah 31 bulan belum dibayar. “Tidak mungkin ada bantuan untuk PDAM,  selama belum ada Perda yang mengatur soal penyertaan modal. Kalau ada Perda, saya optimis, banyak pihak yang akan membantu,” akunya.

Pasca penyegelan kantor PDAM, distribusi air ke semua wilayah terganggu. Karyawan yang terlibat dalam aksi itu merupakan pengendali distribusi air di setiap wilayah. (cr-jul/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks