alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Soroti Penggunaan Dana Bantuan Korona, FPR Demo Wali Kota Bima

KOTA BIMA-Front Persatuan Rakyat (FPR) Kota Bima mengkritisi sejumlah kebijakan dan program Pemerintah Kota Bima. Salah satunya anggaran bantuan warga terdampak covod-19.

FPR menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Bima , Kamis (18/6). Aksi yang dimulai pukul 10.36 Wita ini berlangsung dengan pengawalan ketat Satuan Pol PP Kota Bima.

Puluhan massa aksi ini meminta Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi untuk tidak mengadu domba rakyat. “Jangan pernah adu domba rakyat. Jangan saling benturkan rakyat dengan rakyat,” teriak Rifaid alias Mega saat orasi.

Orator lain, Bambang Purwanto menuding wali kota merusak sistem pemerintahan dan masyarakat dengan politik adu domba. Bambang pun meminta Wali Kota Bima untuk menemui massa aksi. Menghadapi masyarakat yang mendatanginya. “Wali kota harus bertanggungjawab atas hal ini,” pinta pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini.

Hal sama pun disampaikan Ifan, massa aksi yang berasal dari Kelurahan Na’e Kota Bima. Pemerintah Kota Bima telah memainkan politik adu domba.”Kritikan dianggap tabu oleh pemerintah Kota Bima. Sehingga rakyat saling dibenturkan,” tegas Ifan.

Selain meminta tidak mengadu domba rakyat, Ifan juga meminta Wali Kota Bima untuk transparan dalam  pengelolaan dana covid-19. Ifan menilai pengelolaan anggaran covid-19 di Kota Bima senilai Rp 28 miliar tidak tepat sasaran. “Data penerima bantuan Covid-19 terindikasi tidak valid,” sorot Irfan.

Orator lainnya Ardin, menyoroti penggunaan anggaran rehab rekon senilai Rp 166,9 miliar untuk pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak banjir di bantaran sungai.

Sesuai dengan alokasi anggaran kata dia, akan dibangun rumah sebanyak 1.200 unit. Kenyataannya, saat ini baru 400 unit yang terealisasi. “Kemana sisanya. Banyak masyarakat yang belum bisa menikmati rumah itu. Ini sangat mengecewakan masyarakat,” cetusnya.

Masalah air bersih pun disorot massa aksi. Banyak masyarakat Kota Bima hingga hari ini masih kesulitan air bersih. Begitu juga dengan pembangunan taman Kodo.

Sementara itu, Wali Kota Bima HM Lutfi hingga pukul 12.00 wita terlihat masih melaksanakan rapat di aula kantor Wali Kota Bima bersama para kepala OPD. (tin/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks