alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Dugaan Kecurangan Tes CPNS Pemda Dompu Dilaporkan ke Polda

DOMPU-Kasus dugaan kecurangan seleksi CPNS 2021 dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda NTB. “Kami sudah berkomitmen, kasus ini harus diusut tuntas,” kata pelapor Yudi Dwi Yudhayana, Rabu (18/1).

Dia melaporkan Bupati Dompu Kader Jaelani, Sekda Dompu, dan Kepala BKD-PSDM Dompu. Laporan itu menyusul lolosnya delapan  peserta CPNS.

Menurut dia, delapan peserta ini tidak mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), 15 November 2021. Namun mereka diberikan kesempatan lagi mengikuti SKB, 19 November 2021.  ’’Harusnya mereka ini sudah gugur karena tidak hadir saat tes SKB pertama,” jelas Yudha.

Dia menduga ada keistimewa terhadap delapan peserta seleksi CPNS ini. Sehingga diloloskan untuk mengikuti tahap seleksi selanjut. ’’Dalam aturan itu, bagi yang tidak hadir dinyatakan gagal. Kecuali bagi peserta yang terjangkit covid-19,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Delapan peserta ini, menurut dia, tidak memiliki riwayat pernah terjangkit covid-19. Tetapi panitia malah membolehkan mereka untuk ikut tes SKB susulan. ’’Saya menduga ada pelanggaran (kecurangan),’’ duga dia.

Mengacu surat pengumuman BKD-PSDM Dompu nomor 800/760/BKD&PSDM/2021 tentang SKB CPNS 2021, delapan peserta itu melanggar aturan. Yudha mengungkapkan, salah satu poin tata tertib itu, peserta wajib hadir paling lambat 60 menit sebelum tes dimulai.

’’Jika tidak, dinyatakan gugur. Saya rasa ada permainan. Pemda harusnya taat pada aturan yang dibuat,” tegasnya.

Kabag Prokopim Setda Dompu Ardiansyah menegaskan pemda siap menghadapi proses hukum atas laporan tersebut. Dia menjelaskan, pemda tugasnya hanya mengawasi saat seleksi CPNS 2021. Serta membantu menyediakan sarana penunjang pelaksanaan tes.

Baca Juga :  Rumah Relokasi Belum Dinikmati Korban Banjir di Desa Tambe

“Kita sudah rapat dengan Sekda dan BKD PSDM menjawab laporan itu. Yang jelas kami siap mengikuti proses hukum,” tegas Ardiansyah.

Dia mengklaim tes susulan yang diikuti delapan peserta sudah sesuai aturan. Itu berdasarkan keputusan BKN. “Kita hanya melanjutkan aturan BKN. Itu saja intinya,” tegas Simpe Dian, sapaan akrab Kabag Prokopim Setda Dompu ini. (jw/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/