alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

BPK Temukan Kerugian Negara Penyaluran Dana BOP Rp 646 Juta di Bima

Sejumlah PAUD Diduga Ajukan Data Murid Fiktif

BIMA-Penyaluran dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun ajaran 2021-2022 diduga bermasalah. Data jumlah murid yang diajukan sejumlah pengelola PAUD pada Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima diduga fiktif. Akibatnya negara tekor Rp 646.200.000.

Dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bima menyajikan anggaran belanja hibah Rp 35.942.371.900 dengan realisasi Rp 31.715.077.500. Dari jumlah itu, Rp 646.200.000 untuk hibah biaya operasional PAUD. Anggaran itu untuk mendukung pembelajaran bagi anak yang mengikuti pendidikan usia dini.

Besaran alokasi anggaran dihitung berdasarkan jumlah peserta didik yang terdata pada Dapodik. Dikalikan Rp 600 ribu per orang tiap tahun. Dari pemeriksaan terhadap BOP pada 217 sekolah ditemukan ada pemakaian data yang sama untuk penyaluran dana PAUD.

Baca Juga :  Pemkot Bima Gelontorkan Rp 6,5 Miliar untuk Bangun Masjid

Dugaan data fiktif ini terungkap dari temuan BPK NTB. penerima BOP tahap II tidak sesuai dengan data riil. Hasil konfirmasi pada satuan pendidikan penerima BOP PAUD, diketahui data penerima tahap II sama dengan tahap I.

BPK juga menemukan PAUD tidak menginput data di Dapodik secara tertib oleh operator sekolah. Sehingga data jumlah siswa dalam aplikasi Dapodik tidak sesuai dengan kondisi riil.

Hal itu mengakibatkan kelebihan pembayaran hibah BOP PAUD tahap II Rp 646.200.000. Karena itu, BPK merekomendasikan Dinas Dikbudpora menarik kelebihan pembayaran untuuk disetor ke kas daerah.

Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima Zunaidin mengaku, sudah menindaklanjuti temuan BPK. Dia memperlihatkan surat bukti setor ke kas daerah tertanggal 27 April 2022.

Baca Juga :  Wanita Asal Bima Diduga Bandar Sabu Dicokok Polisi

Dalam bukti penyetoran itu, tertera angka pengembalian sekitar Rp 320.990.000 dari total kerugian negara Rp 646.900.000. “Sudah dulu. Saya ada acara hajatan,” katanya usai menunjukan bukti penyetoran. (man/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/