alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Rebutan Lahan Parkir Pasar, Juru Parkir di Dompu Ditikam

DOMPU-Gara-gara rebutan lahan parkir di Pasar Raya Dompu, Andi Julkarnain harus dilarikan ke RSUD Dompu. Pria 34 tahun asal Kelurahan Potu itu ditikam rekannya RH alias Ram, 38 tahun yang juga tukang parkir di pasar setempat. Pelaku juga menghantam kepala korban menggunakan batu.

Penganiayaan itu terjadi pada Rabu (19/8) sekitar pukul 11.35 Wita. Itu dipicu soal lahan parkir di depan Toko Dorobata Komplek Pasar Atas, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu.

Korban diketahui sebagai penguasa lahan parkir tersebut. Sedangkan RH bertanggungjawab sebagai penyetor kepada Dinas Perhubungan. “Masalah awalnya belum diketahui pasti. Namun, dari keterangan saksi, RH merasa tersinggung terhadap korban,” kata PS Kasubbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah, kemarin (20/8).

Sebelum perkelahian, RH sempat mengingatkan kepada orang tua korban, agar memberitahukan korban jika lahan parkir sudah ada yang mengatur. Tak lama kemudian, korban pun mendatangi Bahtiar Jaya, kakak dari RH, yang merupakan tukang jahit di komplek Dorobata.

Di tempat itu, korban dan Bahtiar cekcok yang berujung perkelahian. Korban tiba-tiba memukul dan membanting Bahtiar. Tak hanya itu korban menusuk Bahtiar menggunakan gunting yang diambil di tempat jahit itu. Akibatnya, Bahtiar mengalami luka robek di jari kelingking, luka lecet siku tangan kanan, dan memar perut sebelah kiri.

Mendengar kakaknya dipukul, RH yang sedang menjaga parkir di Toko Pecah Belah, geram. Dia langsung mendatangi dan memukul korban sehingga terjatuh. RH juga merampas gunting di tangan korban. Kemudian menusuk bagian perut korban secara berulang kali.

Bukan hanya itu, RH mengambil sebuah batu lalu memukul kepala korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di kepala dan dua luka tusukan di pinggang sebelah kiri. “Polisi yang mendengar kejadian itu langsung mengamankan pelaku. Sedangkan korban dilarikannya ke RSUD Dompu,” pungkasnya. (jw/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks