alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Kasus Bunuh Diri di Dompu Mengkhawatirkan

DOMPU-Racun serangga Dupont Lenate kembali makan korban. Kali ini, Siti Rahmawati, remaja asal Desa Tolo Kalo Kecamatan Kempo, Dompu menjadi korbannya.

Siswi SMAN 2 Kempo ini nekat mengakhiri hidupnya, dengan meminum racun serangga tersebut hanya karena masalah sepele. Dia tidak terima dibentak oleh ibu kandungnya.

Kapolsek Kempo Iptu Yuliansyah mengatakan, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 23.30 Wita, Rabu lalu (20/3). Korban sempat mendapat perawatan selama satu jam di Puskesmas Kempo. Tapi, nyawanya tidak tertolong, karena terlalu banyak menelan racun.

“Korban sudah dikebumikan siang ini (kemarin) di TPU Desa Tolo Kalo,” katanya pada Radar Tambora (Lombok Post Grup).

Dia mengungkapkan, aksi nekat korban dilakukan di dalam kamar tidurnya, sekitar pukul 22.30 Wita. Sebelum bunuh diri, korban sempat cekcok dengan ibu kandungnya.

 Berdasarkan pengakuan ibunya, malam itu korban sedang berada di dapur dan tiba-tiba terdengar suara piring jatuh. Lantas sang ibu menanyakan perihal suara itu. Tapi, justru korban menjawabnya dengan lantang hingga terkesan membentak.

“Melihat sikap anaknya yang kurang sopan, ibunya memarahi korban,” jelas Yuliansyah.

 Usai kena marah, korban terdiam dan masuk kamar. Di kamar itu korban menegak cairan Duppon Lennate. Seketika korban pun kejang-kejang.

Sang ibu yang saat itu berada di ruang keluarga, mendengar suara ribut di kamar korban. Ia lantas membuka pintu kamar dan melihat korban sudah tergeletak di lantai dengan mulut dipenuhi busa. Dia pun sontak histeris sembari mengangkat kepala korban. Ayah korban dan beberapa tetangga berupaya membantu korban dengan memberikannya air kelapa. Korban kemudian dilarikan ke puskesmas setempat.

“Namun korban tidak tertolong dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir,” pungkasnya.

Beberapa hari sebelumnya, kasus bunuh diri dengan cara meminum racun juga terjadi di Kecamatan Hu’u, Dompu. Kali ini korbannya adalah Umi Raehana, siswi SMKN 1 Hu’u asal Desa Sawe. Siswa 16 tahun ini juga mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga Dupon Lannate. Aksi nekat korban dilakukan di dalam kamarnya dengan pintu terkunci.

Korban pertama kali diketahui temannya Sarina, sekitar pukul 09.00 Wita usai pulang jalan-jalan pagi. Saat itu Sarina mendatangi rumahnya  dan mengetuk pintu kamar korban. Namun tidak ada jawaban.

 Sarina terus memanggil korban, tetap tidak ada jawaban. Karena khawatir terjadi apa-apa, Sarina membuka paksa pintu kamar korban.

Begitu kamar dibuka, Sarina kaget melihat kondidi korban. Ia langsung berteriak memanggil kedua orangtua korban. Saat itu korban dalam kondisi terkapar dengan mulut berbusa. Korban langsung dilarikan ke RSUD. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal oleh dokter karena terlalu banyak menelan racun.

Belum diketahui apa penyebab korban bertindak nekad. Namun informasi yang berkembang,  diduga korban memiliki masalah dengan orang tuanya.

Korban tidak terima lantaran handphone yang diberikannya ke sang pacar diambil kembali orangtuanya. Merasa kecewa dan malu, korban memilih mengakhiri hidup.

Anggota DPR Kabupaten Dompu Abdullah mengaku perihatin dengan banyaknya kasus bunuh diri di Dompu. Apalagi alasan korban mengakhiri hidupnya, terbilang sangat sepele. “Apalagi kasus bunuh diri ini, terjadi setiap bulan sepanjang tahun ini,” ungkap Bang Doel Sawe sapaan akrab politisi PKS ini.Abdullah mengungkapkan, di Kecamatan Hu’u saja, korban meninggal dengan cara meminum racun sudah empat orang. Belum lagi di kecamatan lainnya. Karenanya ia berharap ada penanganan khusus, agar kasus bunuh diri ini tidak terulang kembali “Sulit dicegah memang. Bahkan berbagai upaya dilakukan oleh semua pihak dalam membentengi kasus ini, tapi tidak mempan,” pungkasnya. (jw/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks