alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Keluarga Terduga Teroris Bima Bantah Ada Bahan Peledak

KOTA BIMA-Keluarga salah seorang terduga teroris AGS angkat bicara. Mereka membantah ada bahan peledak yang ditemukan di rumah AGS saat penggeledahan. “Tidak ada barang (bahan peledak) itu di rumah adik saya,” tegas Yuni, kakak kandung terduga AGS ditemui di kediamannya di Kelurahan Penatoi, Kota Bima, Selasa (21/06).

Diketahui, AGS ditangkap bersama dua terduga teroris lain, SLH dan MHDT. Dalam penangkapan itu, tim Densus 88 Anti Teror Polri mengamankan barang bukti bahan peledak 2 kilogram.

Yuni menuturkan, AGS pernah menjalani hukuman dan berstatus mantan Nara Pidana Terorisme (Napiter). Setelah selesai menjalani hukuman, keluarga patungan dan memberi modal usaha kepada AGS. ’’Sejak saat itu dia berusaha ternak ayam dan kesehariannya rutinitas urus ternak saja,” cerita dia.

Baca Juga :  Diduga Korupsi Anggaran PKBM, Anggota DPRD Bima Ditetapkan Tersangka

Di sela waktu mengurus ternak, sesekali adiknya menjadi buruh bangunan. “Selain menjual ayam, ternak kambing, dia juga jual keliling kue. Kadang jadi buruh juga. Dia hanya sibuk jalani usaha itu,” ujarnya.

Yuni memastikan, tidak ada gerak gerik yang aneh dari adiknya selama ini. “Tidak ada yang aneh sama adik saya. Aktivitasnya seperti warga biasa,” ungkap dia.

Ketua RT 03 Kelurahan Penatoi Darussalam memastikan tidak ada temuan 2 kilogram bahan peledak di rumah warganya saat penggeledahan. “Saya juga ikut saat itu,” katanya.

Tim Densus 88 hanya mengamankan barang berupa uang tunai, termasuk beberapa BPKB sepeda motor.

“Untuk uang maupun BPKB sudah kita ambil kembali dan telah diserahkan pada istri dan keluarga yang ditangkap karena tidak ada kaitannya,” tuturnya.

Baca Juga :  Antar Pesanan Sabu, Dua Sekawan Dicokok Polisi

Menurut dia, keseharian ketiga warga yang ditangkap itu biasa-biasa saja. Untuk AGS, dia sibuk dengan usaha ternak dan menjual kue untuk menghidupi keluarga. “Tipikalnya terbuka, ramah dan berjiwa sosial,” kisahnya.

SLH sendiri, sambung dia, kesehariannya sibuk menjual sepeda motor di showroom. Kadang ceramah agama apabila diundang warga. “Cuma, setelah usai menjalani hukuman agak tertutup. Tapi dia orang baik,” terangnya.

Sementara MHDT, kata dia, kesehariaanya sebagai penjual keliling tahu dan ditangkap saat bersama istri. “Rumahnya tidak digeladah. Saat pemeriksaan badan, ditemukan sejumlah uang dan sudah kami ambil kembali,” jelasnya. (man/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/