alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

BPK Temukan Pembayaran Ganda Delapan Proyek SPAM di Bima

BIMA-Pembangunan sembilan paket SPAM jaringan perpipaan tahun anggaran 2021 di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten telah rampung. Namun, tercium aroma yang berpotensi merugikan daerah senilai Rp 93.316.735.

Dari sembilan proyek SPAM, hanya satu yang tidak bermasalah. Sementara delapan lainnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTB.

Lembaga auditor negara ini mengungkap ada kelebihan pembayaran terhadap delapan paket proyek Rp 84.486.050. Ditemukan juga kekurangan volume pekerjaan Rp 8. 616.912.

Hal itu diketahui saat BPK NTB memeriksa sembilan paket pekerjaan itu dan mereview dokumen pengadaan, kontrak. Termasuk pemeriksaan fisik secara sampling pada tiga paket pekerjaan.

Hasilnya ditemukan masalah. Diduga ada pembayaran ganda terhadap delapan paket pekerjaan SPAM.

Pada paket pekerjaan pembangunan SPAM jaringan perpipaan Desa Kawinda Nae, Kecamatan Tambora ada kelebihan pembayaran Rp 20.643.975. SPAM di Desa Ragi, Kecamatan Palibelo kelebihan Rp 14.907.725. SPAM di Desa Londu, Kecamatan Lambitu Rp 17.094.000.

SPAM Desa Rade, Kecamatan Madapangga kelebihan Rp 1.690.150. SPAM di Desa Ragi, Kecamatan Palibelo Rp 14.607.125. SPAM di Desa Kaleo, Kecamatan Lambu Rp 11.839.300.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Seksual, Mantan Kasek SDN 30 Kota Bima Jadi Tersangka

Sementara, SPAM di Desa Sumi, Kecamatan Lambu Rp  4.879.875 dan SPAM di Desa Nae, Kecamatan Sape Rp 603.625.

Dalam kontrak delapan paket pekerjaan itu terdapat item pekerjaan sambungan rumah. Terdiri dari beberapa item pekerjaan.  Diantaranya, sambungan rumah dengan diameter 1/2 inchi dan merakit sambungan hanya satu rumah.

Berdasarkan analisa harga satuan pada dokumen kontrak, pekerjaan sambungan rumah dengan diameter 1/2 inchi sudah termasuk biaya untuk merakit 1 unit sambungan rumah. Ada kelebihan pembayaran senilai Rp 84.486.050 pada delapan paket khusus item pekerjaan merakit 1 unit sambungan rumah.

Sementara, pekerjaan SPAM jaringan perpipaan di Desa Londu dengan anggaran Rp 1,1 miliar lebih tidak dapat dimanfaatkan. Air yang didistribusi tidak sampai pada masyarakat sebagai penerima manfaat.

Keadaan itu disebabkan pipa transmisi tidak berfungsi karena pecah. Air tidak sampai pada bak penampung, hanya mengalir hingga 2 kilometer dari mesin pompa.

Sedangkan pekerjaan SPAM Desa Rade terdapat kekurangan volume galian tanah biasa dan galian sumur Rp 8.616.912.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Pekim) Kabupaten Bima M. Taufik mengakui soal temuan pembayaran ganda delapan paket pekerjaan SPAM. “Temuan kecil dari delapan paket itu sudah kita dibayar. Untuk nilai yang besar perlu ada kejelasan,” jelas dia, kemarin.

Baca Juga :  Pemerkosaan Siswi SMA di Bima: 1 Pelaku Disergap Hendak Kabur ke Sumbawa

Soal pembayaran ganda pekerjaan SPAM pada item sambungan pipa 1/2 inci dan sambungan rumah 1 unit, dia menegaskan, pekerjaan itu sudah ada dalam RAB. ”Ada biaya untuk item sambungan pipa 1/2 inci dan kita bayar juga untuk pekerjaan sambungan ke rumah,” akunya.

Hanya saja, kata dia, untuk merangkai komponen perpipaan agar bisa disambungkan ke rumah penerima manfaat ada biaya tambahan dikeluarkan rekanan. “Biaya itulah yang kita bayar karena tidak tercantum dalam RAB,” sebutnya.

Merangkai komponen sambungan rumah, menurut Taufik, butuh tenaga khusus. Bahkan butuh biaya mobilisasi dari  tempat merangkai ke lokasi pekerjaan. “Tenaga yang gali dan yang pasang juga digaji,” bebernya.

Muncul biaya lain saat pekerjaan itulah yang  menjadi temuan BPK. ’’Harusnya kita diingatkan dulu, bukan langsung rekomendasi untuk setor ke kas daerah,” protesnya.

Kenapa tidak dilakukan CCO atau adendum pekerjaan? Bila itu dilakukan, akan mengurangi item pekerjaan. “Nanti kita komunikasi lagi dengan BPK,” ujarnya. (man/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/