alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

20 Warga Kota Bima Terpapar HIV/AIDS

KOTA BIMA-Dinas Kesehatan menemukan 20 kasus HIV/AIDS baru di Kota Bima hingga Juni ini. Angka itu meningkat signifikan jika dibanding tahun sebelumnya, yang jumlahnya hanya belasan kasus saja.

Dari 20 kasus baru HIV/AIDS itu, satu pasien telah dinyatakan meninggal dunia. Baru diketahui terjangkit setelah menderita AIDS stadium 4.

“Untuk tahun 2022 kita sudah menemukan 20 kasus baru HIV/AIDS. Ini adalah kasus terbanyak, biasanya setahun itu ada belasan kasus saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima Ahmad saat dikonfirmasi, kemarin.

Dari hasil skrining kesehatan, tercatat 11 orang berjenis kelamin laki-laki dan sembilan orang perempuan. Para penderita itu tersebar di lima kecamatan di Kota Bima dengan profesi yang berbeda-beda. Ada ibu rumah tangga (IRT) hingga pegawai pemerintahan.

Baca Juga :  20 Warga Kota Bima Terinveksi HIV dan Aids, Empat Orang Meninggal Dunia

Orientasi seksual dari 20 orang ini, lanjut dia, sebanyak 12 orang heteroseksual atau berhubungan badan normal laki-laki dan perempuan. Sedangkan delapan orang lain homoseksual.

“Setiap tahun tetap ada temuan kasus, tapi paling banyak tahun ini. Kalau tahun 2021 kemarin di bawah 20 kasus, tahun ini  semester pertama saja sudah 20 kasus,” jelasnya.

Menurut dia, meningkatnya kasus ini karena upaya skrining kesehatan dua tahun terakhir di Kota Bima. “Semua fasilitas kesehatan pada lima kecamatan sudah memiliki alat pemeriksaan virus HIV dan penyakit menular seksual lain,” paparnya.

Dari 20 orang penderita itu, sebanyak 14 orang positif HIV stadium I. Sehingga interaksi sosialnnya masih seperti biasa. Sementara enam orang lain sudah AIDS. Artinya menujukan gejala seperti berat badan mulai berkurang, batuk-batuk, dan bintik pada organ vital.

Baca Juga :  Edukasi Masif, Berantas Sebaran Virus HIV/AIDS

Pihak Dikes tidak bisa membatasi ruang gerak penderita HIV/AIDS untuk menekan penularan di tengah masyarakat. Dikes hanya bisa mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat tetap waspada terhadap bahaya penyakit tersebut.

“Tidak bisa kita karantina penderita HIV ini seperti pasien Covid-19 atau TBC yang menular melalui udara. Penularan HIV ini melalui darah, cairan kelamin, dan air susu,” tambahnya. (man/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/