alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Modus Berwisata ke Arab Saudi, 7 Perempuan Asal Bima Jadi Korban TPPO

BIMA-Tujuh perempuan asal Kabupaten Bima menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Arab Saudi. Beruntung, mereka berhasil diselamatkan Polres Serang, Provinsi Banten.

Ketujuh orang itu berinisial, NR, SM, FJ, UR, NW, PW dan DH. Empat orang diantaranya masih di bawah umur.

Modus pemberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yaitu berpura-pura berwisata ke Arab Saudi. Padahal tujuannya yaitu untuk bekerja di sana.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima Fatahullah menjelaskan, dari hasil penelusuran, tujuh orang itu berangkat dari Bima 5 Mei 2022 lalu menggunakan bus malam tujuan Jakarta. Setiba di Ibu Kota, mereka dibawa ke rumah NN hingga akhirnya diketahui aparat TNI dan melaporkannya ke Polres Serang.

Fatahullah mengatakan, pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan pihak terkait. Terutama BP2MI pusat dan provinsi. ’’Saat ini ketujuh orang ini sudah ada di selter BP2MI,” tuturnya.

Selain tujuh orang yang digagalkan, sudah ada lima orang lainnya yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi dengan cara ilegal atau non prosedural. “Totalnya ada 12 orang,” sebut Fatahullah.

Dia menjelaskan, para korban itu direkrut dan diberangkatkan oleh agen ilegal. “Kami intens sosialisasi kepada warga untuk tidak melalui cara non prosedural untuk menjadi PMI,” katanya.

Baca Juga :  Jamilah TKI asal Lombok Timur Dianiaya Majikan di Abu Dabi

Untuk pencegahan perdagangan manusia, lanjut dia, tahun lalu telah disusun Memorandum of Understanding (MoU) pembentukan Satuan Tugas (Satgas). “Karena kendala anggaran, belum bisa bertindak. Wewenang tidak ada. Hanya bisa lakukan pencegahan, seperti sosialisasi dan koordinasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, tujuh TKI ilegal asal Bima ini gagal berangkat ke Arab Saudi. Soalnya, perekrut TKI ilegal berinisial NN lebih dahulu ditangkap polis, Senin (20/6).

Perkara ini bermula saat polisi menyergap mobil yang dikemudikan NN di KM 55, Tol Merak-Jakarta. Saat itu, warga Desa Linduk, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang ini kedapatan mengangkut calon TKI berinisial RM.

“Calon TKI berinisial RM yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” kata Kapolres Serang AKBP Yudha Satria di Mapolres Serang, Rabu (22/6).

NN diamankan dan diinterograsi polisi. Sekira pukul 22.00 WIB, polisi mendatangi kediaman NN di Desa Linduk, Kecamatan Pontang. Dari rumah NN, polisi menemukan kembali enam orang calon TKI. Enam orang calon TKI berjenis kelamin perempuan itu berinisial DL, VR, SM, NW, NL, dan FZ.

Baca Juga :  Lima Petugas Tertular Korona, Puskesmas Soromandi Bima Ditutup

Para TKI ilegal ini rencananya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi. “Data lahir di KTP telah diubah. Salah satu korban di KTP lahir tahun 1999, padahal kelahiran tahun 2005. Ada empat korban masih di bawah umur,” ungkap Yudha.

NN diketahui berkomplot dengan tiga pelaku lainnya yang masih diburu polisi. Yakni, AS, AR dan PT. Keempatnya memiliki peran masing-masing. NN bertugas merekrut calon TKI, AS berperan sebagai koordinator pemberangkatan, AR berperan mengubah identitas calon TKI yang di bawah umur. “PT bertugas membawa korban dari NTB ke Jakarta,” kata Yudha.

Salah satu calon TKI ilegal DL mengaku, korban dijanjikan para pelaku gaji sekira Rp7 juta setiap bulan selama bekerja di Arab Saudi. “Sebelum berangkat saya di kasih uang saku Rp3 juta. Jadi pembantu rumah tangga,” tutur DL.

DL mengaku tidak curiga akan diberangkatkan ke luar negeri melalui jalur ilegal. Soalnya, selama di penampungan diperlakukan dengan baik. “Enggak curiga, kita diperlakukan dengan baik dan dikasih makan,” katanya. (man/jpg/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/