BIMA-Anggota TNI asal Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima Serka Jeky diserang orang tak dikenal (OTK), Selasa (24/1). Dia dibacok dan ditikam di bagian dada dan lengan.
Insiden berdarah itu terjadi saat Serka Jeky membeli rokok di pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Dalam perjalanan, tepat di depan Masjid Arrochim Sinak kampung Gigobak Satu, tiba-tiba korban ditikam dan dibacok berulang kali sekitar pukul 17.00 Wita.
Akibatnya korban mengalami beberapa luka tusuk di bagian dada kanan dan luka bacok di lengan kanan. Anggota Koramil 1714-04/Sinak Kodim 1714/Pj ini kemudian dilarikan ke Puskesmas Sinak Kabupaten Puncak Papua pada pukul 17.17 Wita.
Setibanya di puskesmas, korban ditangani Tim Kesehatan Satgas Yonif Raider 303/SSM. Tidak lama setelah dirawat, korban dinyatakan meninggal dunia pukul 17.42 Wita. Selanjutnya, jenazah korban disemayamkan di Koramil 1714-04/Sinak Kabupaten Puncak. Jenazah putra dari pasangan Siti dan Arsyad ini dipulangkan menuju Kota Timika.
Dandim 1608/Bima Letkol Inf Muhammad Zia Ulhaq mengatakan, jenazah Serka Jeky diterbangkan dari Papua menuju Bima. ”Saat ini (kemarin petang) baru tiba di Surabaya,” kata dia dihubungi Lombok Post, kemarin.
Dari Surabaya jenazah korban akan tiba di Bizam, Lombok Tengah hari ini. Selanjutnya, langsung diterbangkan menuju Bandara Bima. ”Insya Allah besok siang tiba di Bima,” ungkapnya.
Keluarga Serka Jeky, Jainin mengaku, pihaknya sudah menerima informasi tersebut. ”Korban sudah lama bertugas di Papua dan kini meninggalkan istri dan satu orang anak perempuan,” jelasnya.
Sebelumnya, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo membenarkan Serka Jeky diserang OTK saat hendak membeli rokok di Pasar Sinak. “Memang benar dari laporan yang diterima korban yang merupakan anggota Koramil 1714-04/Sinak Kodim 1714/Puncak Jaya ditikam saat membeli rokok di Pasar Sinak. Korban mengalami luka tikam di dada dan lengan kanan,” kata Sri Widodo dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Ketika ditanya tentang pelaku penyerangan, Danrem menegaskan, saat ini masih dalam penyelidikan anggota di Sinak. “Belum bisa dipastikan siapa pelakunya karena masih diselidiki,” jelas danrem. (jlo/r8)