alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Pasutri Lansia Tinggal di Gubuk Reot, Nyaris Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Gubuk ukuran 3×3 meter, di pinggir Dusun Punti, Desa Punti, Kecamatan Soromandi. Di situlah pasangan suami isteri Yusuf dan Siti Hajar menghabiskan hari-hari tua mereka. Gubuk itu sebenarnya lebih layak untuk kandang ayam, bukan untuk manusia.

=======

KUNJUNGAN ke gubuk milik Yusuf, 70 tahun dan isterinya Siti Hajar, awalnya secara kebetulan. Saat silaturrahim dengan keluarga di Dusun Punti, Kepala SMAN 1 Soromandi, Rifial Akbar mengajak serta ke rumah Pasutri tersebut untuk menyerahkan bantuan.

Meski Rifial Akbar merupakan warga asli Dusun Punti, sama sekali tidak tahu ada warga setempat yang tinggal di gubuk reot. Dia mengetahuinya ketika ada yang membagikan foto rumah Pasutri tersebut di sosial media.

Gubuk yang ditempati Yusuf dan isterinya berjarak sekitar 100 meter dari jalan lintas Bajo-Punti, sebelah timur SD Inpres Punti. Posisinya paling pinggir.

Gubuk ukuran sekitar 3×3 meter itu kondisinya memprihatinkan. Kendati tiang penyangga masih kokoh. Namun bagian belakang gubuk yang ditutupi dengan terpal yang sudah sobek karena lapuk, sehingga terbuka.

Kecuali dinding bagian depan yang terlihat masih utuh, dipasangi tripleks yang disambung-sambung. Sementara bagian dalam gubuk hanya terlihat kasur yang sudah kumal, dapur yang dibuat dari tanah bersama piring dan periuk. Sementara lantai rumah dari bambu dan kayu bulat yang posisinya banyak yang lapuk.

Yusuf mengaku sudah belasan tahun tinggal di gubuk itu. Sebelumnya, mereka menempati rumah panggung sembilan tiang. Karena atap rumah rusak dan tidak ada biaya untuk memperbaikinya. Sehingga terpaksa membangun gubuk untuk ditempati.

Praktis sudah belasan tahun dia dan isterinya tinggal di gubuk itu. Namun, kondisi mereka seperti itu tampaknya luput dari perhatian pemerintah desa maupun kecamatan setempat.

Selama ini kata bapak empat anak ini, nyaris tak tersentuh bantuan pemerintah. Apalagi bantuan bedah rumah. Kecuali tahun ini kata Yusuf, itupun hanya dapat bantuan dari program Bima Ramah, berupa paket Sembako senilai Rp 200 ribu.

Padahal secara kasat mata, Yusuf dan isterinya sangat layak untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Tidak hanya karena mereka menempati gubuk reot, usia keduanya sudah tua dan tidak memiliki penghasilan tetap. Untuk hidup dan kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan hasil jagung yang ditanam sekali tahun.

Untuk tahun ini, hasil jagung mereka sangat kecil. Selain karena hama, harga jualnyapun anjlok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja, untuk melewati waktu satu tahun, agar bisa tanam jagung lagi, berat bagi mereka.

Usia Yusuf yang sudah 70 an tahun, tentu saja tidak mungkin lagi mencari pekerjaan tambahan lain, agar dapurnya tetap mengepul. Yusuf tampaknya harus berjuang sendiri untuk kelanjutan hidup mereka ke depan.

Mereka juga tidak bisa berharap banyak dari empat orang anak yang kini sudah berkeluarga. Kondisi ekonomi mereka juga pas-pasan, hanya cukup untuk kebutuhan masing-masing.

Saat isteri Rifial Akbar menyerahkan bantuan. Isteri Yusuf, Siti Hajar tidak kuasa menahan tangis. Selain terharu karena mendapat bantuan, dia juga mengaku senang dikunjungi Rifial Akbar yang ternyata masih ada hubungan keluarga.

Karena kondisi kehidupan Yusuf dan isterinya jauh dari kata layak, Rifial mengaku, akan menggalang bantuan untuk bisa membangun ulang rumah Yusuf yang lebih layak.

‘’InsyaAllah, kita akan upayakan bangun ulang rumah Yusuf dan isterinya. Supaya mereka bisa menghabiskan masa tua di rumah yang layak,’’ kata pria yang akrab disapa Pian ini. (Indra Gunawan/Bima)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks