alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Zona Hijau, Kota Bima Diingatkan Tak Gegabah Buka Sekolah

KOTA Bima menjadi satu-satunya daerah dengan zona hijau di NTB. Namun begitu, Pemerintah Kota Bima diingatkan tidak gegabah. Termasuk dalam membuka sekolah.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim meminta pemerintah daerah tidak memaksakan untuk membuka sekolah kembali meski dengan penerapan protokol kesehatan. Seperti yang disampaikan oleh pihaknya sebelumnya ketika jumlah daerah zona hijau jauh lebih tinggi dari saat ini. Ada kekhawatiran persiapan sekolah masih belum sempurna, baik dari segi infrastruktur maupun protocol kesehatan.

”Bahkan ketika zona hijau kemarin di enam persen, kami minta pembelajaran dilakukan secara jarak jauh. Apalagi sekarang makin berkurang, risiko lebih besar,” tegasnya.

Menurutnya, meskipun dalam satu provinsi hanya ada satu kabupaten/kota zona hijau, bisa saja daerah di sekitarnya dikelilingi zona merah. ”Lalu bagaimana jika sekolah di zona hijau, tapi guru dan murid dari zona merah?” ungkapnya.

Belum lagi, ketika mereka harus menggunakan transportasi umum menuju sekolah. Tidak ada jaminan angkot menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Sehingga, meski sekolah sudah aman, tapi ada risiko ketika berada di jalan. Mereka juga akan berisiko membawa covid-19 ke rumah.

”Ini bahaya. Sudah jangan paksakan masuk. Apalagi kondisi makin berbahaya,” ujar Satriwan.

Opsi yang paling pas, kata dia, ialah memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online maupun offline. Tentu, dengan seluruh perbaikan. Missal, untuk PJJ offline. Pemerintah Pusat dimita bekerja sama dengan semua lini untuk menyiapkan kebutuhan mendasara PJJ, yakni internet dna listriuk. Sedangkan untuk PJJ online, perlu ada pendampingan pemda ke pada guru dalam mengelola pjj. Sehingga PJJ dapat bisa dikelolah dengan baik, anak pun tidak bosan.

Sementara itu Praktisi pendidikan sekaligus pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal mengatakan Kemendikbud harus menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah atau dinas pendidikan. Tujuannya adalah implementasi kurikulum di tengah pandemi harus berjalan dengan baik. ’’Apalagi tahun pelajaran baru tinggal sekitar dua pekan lagi,’’ katanya.

Dia mengatakan koordinasi itu penting supaya seluruh daerah bisa kompak menjalankan kurikulum di tengah pandemi. Rizal mengatakan apapun model kurikulumnya, tidak boleh hanya mengejar ketuntasan materi atau beban kurikulum. Sebab jika hanya mengejar ketuntasan beban kurikulum, siswa malah semakin stres.

Selama tiga bulan terakhir pembelajaran dari rumah, Rizal mengatakan orientasi pembelajaran masih mengejar ketuntasan materi. Sehingga pembelajaran jarak jauh didominasi pemberitan tugas.

’’Siswa tidak ketemu dengan temannya itu sudah stres. Apalagi setiap hari diberikan tugas,’’ jelasnya.

Muatan penting yang harus dibangun dalam pembelajaran di tengah pandemi ini menurut dia adalah menumbuhkan empati pada siswa. Kemudian kemandirian belajar serta tanggung jawab. Muatan seperti itu tidak bisa dibangun dengan sebatas memberikan tugas setiap hari. Apalagi saat ini orangtua sudah mulai bekerja. Sehingga tidak bisa mendampingin anak secara intensif.

Selain itu Rizal mengatakan pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan dengan banyak cara. ’’Jangan dianggap harus pakai Zoom, Webex, atau Google Meet,’’ katanya. Tetapi bisa dengan menyebar materi pembelajaran lewat WhatsApp (WA). Atau bisa juga dengan cara guru kunjung atau belajar bersama di balai desa atau sejenisnya.

Terkait ketentuan belajar tatap muka di zona hijau saja, Rizal berhara pemda atau lembaga pendidikan mematuhinya. Sebab ketentuan itu semata-mata untuk keselamatan siswa. Apalagi jika sampai anak-anak sakit karena Covid-19, mereka harus didampingi orang tua. Sehingga efeknya cukup panjang. (tau/mia/wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks