Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Ditinggal Istri ke Malaysia, Ayah di Dompu ini Tega Setubuhi Anak Kandung

DOMPU-Seorang ayah di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu inisial IS, 43 tahun, menyetubuhi anak kandungnya. Dia memperkosa korban berusia 16 tahun ini hingga tiga kali.

Kini, pelaku IS telah dikerangkeng. Dia ditangkap Tim Puma Polres Dompu saat berusaha kabur di Desa Lape Lopok, Kecamatan Lape, Sumbawa. ”Sekarang pelaku sudah ditahan di polres,’’ kata Kasatreskrim Polres Dompu Adhar, kemarin (25/11).

Dia menuturkan, korban selama ini tinggal bersama bibinya. Karena ibu kandungnya sudah pergi merantau ke Malaysia. Tetapi semenjak tinggal bersama ayahnya beberapa bulan terakhir, korban kerap disetubuhi. ”Pengakuan korban sudah tiga kali disetubuhi,” ujarnya.

Terakhirnya, sang ayah memperkosa korban sekitar pukul 13.30 Wita, Selasa (15/11). Siang itu, korban hendak masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil gelang karet. Sang ayah membuntutinya dari belakang dan masuk mengunci kamar dari dalam.

Baca Juga :  Keliling 10 Jam, Kalau Laris Bisa Dapat Untung Rp 30 Ribu

Korban pun tidak diizinkan untuk keluar kamar. Di situ, pelaku memperkosa korban. “Pelaku mengancam akan memukul korban jika berteriak dan melawan,” tutur perwira tiga balok ini.

Tak tahan dengan perbuatan ayahnya, korban memberanikan diri menceritakan kepada bibinya. Kesal mendengar cerita korban, keluarganya langsung melapor ke Polsek Hu’u. “Kejadian yang terakhir ini korban curhat kepada bibinya,” jelasnya.

Anggota Polsek Hu’u menurunkan anggota mencari keberadaan. Tetapi pelaku sudah kabur melarikan diri. “Mungkin dia tahu bakal ditangkap, makanya melarikan diri,” kata Adhar.

Tim Puma pun dikerahkan untuk menelusuri jejak pelarian IS. Setelah diselidiki, ternyata IS kabur ke Sumbawa. ”Pelaku ditangkap di salah satu rumah di Kecamatan Lape, Kamis lalu (14/11),” tambah dia.

Baca Juga :  Harga Telur dan Minyak Goreng di Bima Merangkak Naik

Kasus pemerkosaan ini telah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Dompu. Pelaku IS dijerat Pasal 76D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam pidana kurungan maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar. (gun/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks