Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Perkara Korupsi Bansos, Mantan Kepala Dinsos Bima Disidang

MATARAM-Perkara korupsi bantuan sosial (Bansos) kebakaran Kabupaten Bima tahun 2020 segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Mataram. Saat ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sedang menyusun surat dakwaan untuk tiga tersangka. ”Sekarang tinggal dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kajari Bima Andhie Fajar Arianto kepada Lombok Post, Selasa (29/11).

Dalam kasus Bansos ini, jaksa menetapkan tiga tersangka. Yakni mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima Andi Sirajudin; mantan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Bima Ismud; dan pendamping penyaluran Bansos Kebakaran Sukardi.

Kajari belum bisa memastikan kapan waktu pelimpahan berkas perkara tiga tersangka. Dia meyakinkan, perkara Bansos kebakaran akan didaftarkan dalam waktu dekat. ”Segera dilimpahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut HUT RI Ke-77, Warga Bima Tumpah Ruah Ramaikan Pawai Budaya

Belum lama ini, penyidik telah melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU. Usai pelimpahan tahap II, Andi Sirajudin bersama Ismud dan Sukardi dipindahkan penahanannya di Lapas Mataram, Kamis (17/11) sore. ”Pemindahan penahanan ini untuk memudahkan proses persidangan nanti,” tambah dia.

Diketahui, dana bansos Rp 5,3 miliar ini berasal Kementerian Sosial . Penerima manfaat ini korban bencana kebakaran di tahun 2020. Tercatat ada 258 penerima manfaat.

Setiap penerima mendapatkan bantuan dana dari kementerian secara langsung ke rekening pribadi masing-masing. Anggaran diterima dalam dua tahap. Sebanyak 60 persen untuk tahap pertama, sisanya diberikan dengan syarat penerima harus membuat surat pertanggungjawaban (SPJ).

Pihak Dinsos diduga membantu para penerima untuk membuat SPJ. Namun dengan syarat biaya administrasi Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per penerima. Total pungutan dari para penerima bantuan sekitar Rp 100 juta lebih. (jlo/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks