Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perkelahian Antar-Pemuda di Bima, Mahasiswa Kritis Dibacok, Lima Terduga Pelaku Ditangkap

M Islamuddin • Selasa, 3 Februari 2026 | 09:53 WIB

Lima terduga pelaku pembacokan korban Endang Sofian diamankan di Polsek Bolo, Senin (2/2).
Lima terduga pelaku pembacokan korban Endang Sofian diamankan di Polsek Bolo, Senin (2/2).

LombokPost-Bentrokan antar pemuda di Kabupaten Bima berujung aksi pembacokan. Seorang mahasiswa bernama Endang Sofian, 25 tahun, menjadi korban penganiayaan berat usai dibacok menggunakan parang oleh salah satu terduga pelaku.

Insiden berdarah terjadi pada Minggu (1/2) sekitar pukul 19.30 Wita di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Bima. 

Kapolsek Bolo AKP Nurdin menjelaskan, peristiwa ini bermula saat sekelompok pemuda dari Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Bima, tengah berkendara menuju wilayah Soromandi. "Di kawasan pantai, mereka tiba-tiba dihadang sekitar 10 orang pemuda Desa Nggembe, salah satunya korban," kata dia, Senin (2/2).

Baca Juga: Wali Kota Bima dan Mantan Bupati Lotim Mencuat Jadi Calon Ketua Demokrat NTB

Salah satu pemuda Desa Nggembe sempat melontarkan pertanyaan terkait dugaan pemukulan sebelumnya di acara orhen di wilayah Desa Rade. Adu mulut berujung perkelahian antar kedua kelompok. 

Tak berhenti di situ, saat para pemuda Desa Rade hendak kembali ke wilayahnya, mereka kembali bertemu dengan kelompok korban di Desa Nggembe. Bentrokan kembali pecah dan situasi makin memanas. "Mereka bentrok lagi di Nggembe," jelas Nurdin.

Di tengah perkelahian, salah satu terduga pelaku berinisial AH, 22 tahun, warga Desa Rade, diduga mengambil sebilah parang dari sepeda motornya. Dia kemudian membacok korban beberapa kali hingga korban mengalami luka serius. Hingga kini, korban dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Baca Juga: Anggota Polres Bima Kota dan Istri Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Kini Ditahan di Polda NTB

Usai kejadian, para terduga pelaku melarikan diri dan tidak langsung pulang ke rumah. Mereka bersembunyi di kebun jagung di kawasan So Sera Tangga, Desa Rade.

Malam harinya, anggota Polsek Bolo berkoordinasi dengan Kapolsek Madapangga terkait kejadian tersebut. Aparat gabungan kemudian melakukan pencarian ke rumah para terduga pelaku hingga ke kebun jagung.

Upaya awal sempat menemui kebuntuan. Namun, Polsek Madapangga melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga terduga pelaku serta tokoh pemuda Desa Rade. "Menjelang subuh, kami mendapatkan informasi akurat terkait lokasi persembunyian para terduga pelaku," kata Nurdin.

Baca Juga: Kejati NTB Dalami Keterangan Pengusaha dan Pejabat Pemkot Bima Terkait Kasus Reklamasi Amahami

Tim gabungan dan warga setempat mendatangi lokasi kebun jagung di So Sera Tangga. Lima terduga pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Polsek Madapangga. Mereka adalah RS, 17 tahun; DS, 20 tahun; MR, 18 tahun; FI, 17 tahun; dan AH, 22 tahun.

"Pelaku sudah kami serahkan ke Polres Bima," tandas Nurdin.

Aksi pembacokan ini sempat memicu aksi blokade jalan di Desa Nggembe. Warga menuntut agar para pelaku ditangkap. Setelah polisi turun dan meyakinkan lima pelaku telah diamankan, akhirnya membuka blokade jalan.

Editor : Jelo Sangaji
#bolo #bentrok pemuda #Bima #perkelahian