alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

PKL Turun Tangan Bersihkan Sisa Gempa

TANJUNG- Para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Seni Gili Trawangan belum bisa berjualan. Alasannya areal pasar seni setempat masih dikotori material sisa bangunan yang roboh pascagempa lalu.

Bosa menunggu pemkab turun tangan, para PKL akhirnya membersihkan sendiri sisa material yang menumpuk. Mereka mengumpulkan iuran sebesar Rp 5 juta per orang.

“Kami keluarkan iuran, untuk menyewa pemborong yang mengangkut material agar kami bisa segera berjualan di sini,” kata anggota PKL Pasar Seni Saparudin, Sabtu lalu (17/8).

Ia mengaku, sejak gempa Agustus tahun lalu, pihaknya belum bisa maksimal berjualan. Tumpukan sisa meterial membuat kondisi pasar seni menjadi kotor. Sehingga tidak banyak wisawatan yang mau datang ke lokasi tersebut.

Di pasar seni, terdapat sekitar 14 PKL yang berjualan. Akibat pasar seni yang tidak terurus, ada PKL yang memaksa berjualan di trotoar jalan dekat dengan roi pantai. Setelah dilarang oleh pemkab, PKL kembali ke area pasar seni.

Sayangnya para PKL ini diganggu oleh kabar perihal pemanfaatan pasar seni sebagai ruang tunggu penumpang. Menurut Saparudin, jika langkah itu dilakukan, maka pihaknya akan kehilangan pekerjaan, karena tidak ada lokasi lain untuk berjualan.

Untuk diketahui, area pasar seni sudah lama digunakan para PKL ini. Mereka tidak hanya berasal dari KLU, tapi juga dari Kota Mataram dan Lombok Tengah. Mereka umumnya berjualan dari jam 5 sore hingga tengah malam.

Di pagi hari, area pasar seni sudah kembali bersih seperti sedia kala. Para PKL ini menyewa tukang sapu yang bertugas membersihkan pasar seni.

Dari aktivitas berjualan di pasar seni ini, para PKL meraup keuntungan beragam. Ada yang memperoleh keuntungan Rp 10 juta sebulan dari berjualan jus saja.

“Kita berharap difasilitasi berjualan, tidak masalah kalau kami harus memberi kontribusi, asal aman dan jelas” imbuhnya.

Anggota PKL lainnya Ketut Merta menegaskan, para PKL mengumpulkan iuran untuk membersihkan material bangunan merupakan keputusan bersama. Dalam rapat diputuskan per orang dibebankan Rp 5 juta.

Merta menyebut, material tersebut diangkut ke belakang Hotel Sunset menggunakan pikup. Lokasi buangan ini sudah mendapat persetujuan manajemen hotel. Begitu pula penggunaan pikup di Gili Trawangan sudah dikomunikasikan dengan pemdes setempat.

“Selain iuran dari kami, ada juga sumbangan dari wisatawan, dan pemilik toko dekat pasar seni,” pungkasnya. (fer/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks