Rabu, 8 Februari 2023
Rabu, 8 Februari 2023

Peneliti Denmark: Subvarian Omicron BA.2 Lebih Menular 1,5 Kali Lipat

Varian Omicron dari Covid-19 sekarang sudah semakin meluas. Baru-baru ini juga muncul subvarian Omicron bernama BA.2. Peneliti menyebut BA.2 bisa lebih menular daripada versi yang diamati sekarang yang dikenal sebagai BA.1.

Para peneliti Denmark telah mendeteksi pertumbuhan eksplosif BA.2 hingga menjadi dominan hanya dalam beberapa minggu. Data awal dari Denmark, varian ini lebih menular.

“Data menunjukkan bahwa BA.2 1,5 kali lebih menular daripada subtipe klasik Omicron,” menurut hasil yang diterbitkan Rabu lalu oleh otoritas negara itu.

Kabar baiknya peneliti yakin vaksinasi tetap efektif untuk menghindari kasus serius Covid-19, apa pun variannya. Denmark mencatat lebih banyak kasus dari sebelumnya, tetapi jumlah pasien di unit perawatan intensif (ICU) menurun.

Baca Juga :  Menyebar di 50 Negara, CDC: Subvarian Omicron BA.2 Lebih Menular

Tim yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Darío García de Viedma, dari rumah sakit Madrid Gregorio Marañón, mengonfirmasi dua dari kasus BA.2 pertama di Spanyol. Peneliti menunjukkan fakta bahwa dua subtipe Omicron lebih berbeda di antara mereka daripada virus asli yang terdeteksi di Wuhan dan varian Alfa yang ditemukan di Inggris menjelang akhir 2020.

“Kita berbicara tentang perbedaan besar. BA.2 memiliki mutasi yang cukup untuk teris dipantau,” jelas García de Viedma .

Namun, ia menegaskan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa BA.2 menyebabkan penyakit yang lebih serius daripada saudaranya. BA.2 memang sedikit menipu hasil PCR.

Ahli mikrobiologi Darío García de Viedma María Iglesias menunjukkan bahwa 83 persen kasus di Spanyol disebabkan oleh subvarian BA.1 dari omicron, strain klasik. Varian Delta berada di belakang 17 persen lainnya. BA.2 sudah terdeteksi di wilayah Spanyol di Madrid, Catalonia, Asturias, dan Kepulauan Balearic.

Baca Juga :  Klaim Bisa Kendalikan Varian Delta, Menkeu Yakin RI Lolos dari Omicron

“Kami tidak melihat ledakan kasus yang terjadi di Denmark,” jelas ahli virologi. “Jelas variannya perlu dipantau, tetapi pada level ilmiah,” kata Iglesias,

Lebih Menular

Dokter Roger Paredes, dari Rumah Sakit Trias Jerman di kota Badalona, ​​Spanyol, menegaskan tak ada tanda yang menunjukkan bahwa BA.2 adalah varian yang lebih serius dari pendahulunya.

“Akan tetapi, memang benar bahwa BA.2 bisa sedikit lebih menular,” jelasnya.

“Konsekuensi dari kedatangan BA.2 bisa jadi akhir gelombang ini tertunda,” pungkasnya. (jpg)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks