alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Peneliti Turki Sebut Vaksin Booster Sinovac Makin Menguatkan Antibodi

Peneliti dari Universitas Manisa Celal Bayar Turki (MCBÜ) mengumumkan efikasi atau kemanjuran dari vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster yakni Sinovac. Temuan dari sebuah penelitian yang dilakukan pada 1.053 profesional kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Hafsa Sultan, Universitas mengungkapkan bahwa mereka yang menerima tiga dosis vaksin Sinovac mencapai tingkat antibodi yang cukup baik.

Menurut pernyataan tertulis dari universitas, Unit Proyek Penelitian Ilmiah MCBÜ menyelidiki hasil tindak lanjut bulan ke-6 dari vaksin Sinovac. Sejumlah peserta menunjukkan hasil kemanjuran yang tinggi.

Disebutkan bahwa 1.053 petugas kesehatan secara sukarela berpartisipasi dalam penelitian. Dan, tingkat antibodi yang tercipta oleh vaksin diselidiki dalam kelompok studi setelah vaksinasi.

Baca Juga :  Joe Biden Telepon Xi Jinping, Blak-blakan soal Konflik AS-Tiongkok

“Pada mereka yang hanya menerima dua dosis CoronaVac dari Sinovac, tingkat perlindungan antibodi menurun menjadi 56 persen setelah bulan ketiga setelah vaksin kedua. Data ini membuktikan bahwa menerapkan vaksin dosis ketiga adalah keputusan yang tepat,” bunyi pernyataan itu.

Studi ini juga menunjukkan perbedaan kemanjuran antara dosis ketiga CoronaVac atau Pfizer-BioNTech untuk dosis terakhir. Kedua vaksin diyanini memberikan perlindungan.

“Terlepas dari preferensi vaksin dosis ketiga, semua individu yang menerima tiga dosis vaksin mencapai tingkat antibodi pelindung. Vaksin Pfizer yang diterapkan sebagai vaksinasi dosis ketiga menunjukkan keunggulan signifikan dalam perlindungan (baik dalam hal tingkat antibodi dan status penyakit) dibandingkan dengan dosis ketiga vaksin CoronaVac,” kata peneliti.

Baca Juga :  Varian Omicron Menggila, Sehari 1,5 Juta Orang di AS Kena Covid-19

“Mereka yang menerima Pfizer dosis ketiga memiliki kadar antibodi di atas maksimum yang terukur pada 95 persen peserta,” imbuh peneliti.

Pernyataan itu juga mencatat, dalam hasil penelitian tidak ada karyawan yang sakit membutuhkan perawatan setelah vaksin ketiga. Kendati terinfeksi, mereka hanya rawat jalan. (JPG)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/